Dropshipper, Review Produk Palsu & Ancaman Barang Palsu

Dropshipper, Review Produk Palsu & Ancaman Barang Palsu

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Istilah Dropshipper jadi sering didengarapalagi dengan maraknya belanja...

Jakarta, CNBC Indonesia - Istilah Dropshipper jadi sering didengar, apalagi dengan maraknya belanja online di tengah pandemi Covid-19. Walau ada cerita para Dropshipper mendapatkan banyak uang, namun cerita tak selalu seindah itu.

Dropshipper mereka menjual barang dagangan yang tak mereka miliki di e-commerce. Sederhananya mereka jadi reseller dari toko online yang ada di e-commerce. Mereka biasanya bertumpu pada iklan digital bertarget yang membuat konsumen berhenti scrolling layar lebih lama.

Nick Peroni, salah satu dropshipper, menyebutkan jika para dropshipper baru merupakan orang pemalas dan memiliki ide untuk cepat kaya dengan usaha kecil.


"Banyak orang yang baru masuk ke model bisnis ini dan malas. Mereka tidak melihatnya seperti bisnis. Mereka melihatnya seperti perebutan uang, ide untuk cepat kaya di mana kita bisa menjual produk menggunakan iklan Facebook dan membuat banyak uang," ungkap Peroni dikutip CNBC Internasional, Senin (7/2/2021).

Penipuan pun akhirnya juga terjadi. Saoud Khalifah, pendiri perusahaan software untuk perlindungan konsumen bernama Fakespot, menyebutkan jika para pelaku dropshipper menggunakan ulasan palsu agar terlihat berbeda dari yang lain.

Fakespot memiliki kemampuan untuk melihat penjual online di Amazon, Walmart, eBay, Best But atau Sephora tidak dapat dipercaya. Perusahaan juga menambahkan kemampuan untuk mendeteksi toko yang tidak bisa dipercaya di Shopify, tempat Dropshipper bisa ditemui.

"Mereka membuat one-stop-shop untuk bisa membangun toko Anda dan ini sangat mudah untuk Anda memilih berjualan online dan banyak dari para Dropshipper tahu akan hal itu," kata dia.

Dalam sebuah laporan Fakespot, lebih dari 25 ribu toko pada lebih 124 ribu toko di Shopify melakukan beberapa aktivitas penipuan. Diantaranya ada pemalsuan, kebocoran data privasi atau membeli review palsu.

Tak sampai di sana, Dropshipper juga mulai memanfaatkan ketenaran perusahaan pakaian atletik Gymshark. COO perusahaan, Niran Chana menyebutkan telah melihat lebih banyak penjual yang menjual barang tiruan dari pihaknya.

Dia mengaku cukup frustrasi dengan beredar-nya barang-barang palsu tersebut. Perusahaan telah membuat tim hukumnya untuk melindungi hak kekayaan Intelektual nya namun juga meminta Shopify untuk membantu.

"Mereka berhak untuk bisa mengatakan kami akan menurunkan situs ini atau Anda berdagang secara tidak kompetitif," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)

COVID-19 Detais Indonesia