[TREN GAYA HIDUP KOMPASIANA] Belajar dari Eiger tentang PR | Takut Mata Pencarian Hilang | Bom Waktu Mutasi Kerja

[TREN GAYA HIDUP KOMPASIANA] Belajar dari Eiger tentang PR | Takut Mata Pencarian Hilang | Bom Waktu Mutasi Kerja

Terbaiknews - KOMPASIANA---Setelah viralnya surat keberatan yang dikirimkan oleh pihak Eiger kepada para content...

KOMPASIANA---Setelah viralnya surat keberatan yang dikirimkan oleh pihak Eiger kepada para content creator, akhirnya Bos Eiger Ronny Lukito menyampaikan permohonan maaf secara resmi.

Dalam tayangan YouTube Eiger, Ronny Lukito mengakui, kejadian tersebut sepenuhnya adalah kesalahannya.

Namun, yang menjadi perhatian, yakni saat Ronny terang-terangan sudah pernah diingatkan oleh bawahannya sebelum mengambil langkah mengirimkan Surat Keberatan.

Tidak hanya konten seputar permintaan maaf Bos Eiger itu, masih ada konten menarik dan terpopuler di Kompasiana pada kategori " Gaya Hidup" sebagai berikut:

1. Belajar dari Eiger: Masihkah Organisasi Sepelekan Public Relations?

Jika dilihat dari awal mula kasus Eiger dengan para content creator, pelajaran apa yang bisa kita ambil?

Menurut Kompasianer Husni Fatahillah Siregar yang pernah 15 tahun menjalani tugas dan peran sebagai public relations (PR) atau humas, ada strategi komunikasi organisasi yang baik; bisa ke dalam maupun luar perusahaan.

"Sejatinya PR saat ini harus bertransformasi dan memainkan peranan strategis yang lebih besar, tidak hanya dalam membangun dan memperkuat citra perusahaan tetapi juga citra sebuah produk," tulisnya.

Pada kondisi penting dan genting, misalnya, peran public relations (PR) menunjukkan kapabilitasnya dan meyakinkan. ()

2. Luddite Fallacy, Takut Mata Pencarian Hilang karena Makin Canggihnya Teknologi

COVID-19 Detais Indonesia