Vaksinasi Nakes Lansia di Kota Surabaya Dimulai Hari Ini

Vaksinasi Nakes Lansia di Kota Surabaya Dimulai Hari Ini

Terbaiknews - –Sebanyak 1.500 tenaga kesehatan lansia di Surabaya dijadwalkan mengikuti proses vaksinasi...

–Sebanyak 1.500 tenaga kesehatan lansia di Surabaya dijadwalkan mengikuti proses vaksinasi Covid-19 mulai Senin (8/2). Vaksinasi tersebut dilakukan di beberapa rumah sakit. Di antaranya, RS Premiere, RS Husada Utama (RSHU), dan RS Putri.

Kabag Humas Pemkot Febriadhitya Prajatara mengungkapkan, dari jumlah tersebut, skrining akan terus dilakukan.

”Misal ada yang nggak bisa, akan ditunda hari lain. Prosesnya sama. Tapi karena faktor usia, agak lebih diawasi,” tutur Febriadhitya Prajatara ketika ditemui pada Senin (8/2).

Di RS Husada Utama, terdapat 12 nakes lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19. Direktur Utama RS Husada Utama Didi Dewanto mengatakan, jumlah nakes yang divaksin pada hari ini (8/2) tidak memiliki penyakit penyerta.

”Vaksinasi dilakukan pada dokter yang berpraktik di RSHU. Mereka tidak memiliki riwayat sakit berat seperti hipertensi dan diabetes yang nggak terkontrol. Lansia di atas 60 tahun, paling tua usia 84 tahun,” papar Didi.

Dia menjelaskan, tidak ada perbedaan teknis penyuntikan dengan teknis pada nakes sebelumnya. Hanya saja, proses skrining lebih diperkatat .

”Sistem penyuntikan sama. Cuma lebih diperketat karena faktor usia. Pemantauan terus dilaksanakan. Semua calon penerima vaksin diimbau 1–2 hari menjaga diri. Jaga diri dan jaga kondisi,” ujar Didi.

Didi memaparkan, jumlah keseluruhan nakes lansia yang akan divaksinasi sebanyak 20 orang. Sebanyak 8 orang akan divaksin pada Selasa (9/2) atau Rabu (10/2).

Sementara itu, Bambang Priyambodo, dokter ortopedi berumur 72 tahun, mengaku ingin mendapatkan vaksin sejak lama.

”Saya pengen dari lama. Meski vaksin bukan segalanya, tapi tetap penting untuk proteksi,” tutur Bambang yang juga Guru Besar Kedokteran FK Unair itu.

Hal serupa diungkapkan Leonita Anni. Dia mengaku senang saat diberikan suntik vaksin dan tidak merasakan sakit.

”Harapannya Covid-19 segera berakhir. Bisa kembali seperti semula. Persiapan diri nggak ada memang saya sudah niat ada vaksinasi ikut. Soalnya dulu dibatasi sampai 59 tahun. Setelah bisa, saya ikut karena nggak ada komorbid,” tutur Leonita Anni.

Saksikan video menarik berikut ini:

COVID-19 Detais Indonesia