Moeldoko Diminta Fokus Bantu Jokowi, Bukan Urus AHY

Moeldoko Diminta Fokus Bantu Jokowi, Bukan Urus AHY

Terbaiknews - Kepala Staf Presiden Moeldoko (Dok. JawaPos.com)

– Polemik Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih menjadi pembahasan publik. Ada pihak yang pro dan kontra terhadap masing-masing tokoh tersebut.

Sentimen polemik itu tidak hanya berasal dari politisi di Jakarta. Di daerah pun demikian. Seperti halnya Komunitas Peci Biru Kota Medan.

Ketua Komunitas Peci Biru Kota Medan Risdianto meminta Moeldoko fokus membantu Presiden Jokowi dalam mengatasi problem kebangsaan, seperti masalah ekonomi, kesehatan masyarakat, dan utang negara.

“Ketimbang mengurus internal partai lain, lebih baik Pak Moeldoko mengurus jalannya pemerintahan Jokowi. Tak elok rasanya kalau yang diurus masih banyak, tapi malah ngurusi yang bukan tugasnya,” tegas Risdianto kepada wartawan, Senin (8/2).

Menurut Risdianto, Moeldoko seharusnya lebih memfokuskan pikiran dan perhatiaan membantu Presiden Jokowi mencari jalan keluar dalam menyelesaikan masalah di tengah di masa pandemi Covid-19.

“Terlebih lagi para pelaku UKM, bagaimana mereka bisa lebih berdaya di masa pandemi ini. Ayo pak, cari jalan keluarnya. Daripada ngurusi partai lain,” ketusnya.

Apalagi, sambung Risdianto, Moeldoko di berbagai kesempatan sering menjelaskan bahwa KSP memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam membantu kerja Presiden dan Wakil Presiden. Terlebih lagi di masa pandemi saat ini.

Diterpa Isu Kudeta, Partai Demokrat Harus Lakukan Konsolidasi Internal

“Sudahlah pak, jangan urusi yang lain. Urus saja kerjaan bapak yang begitu sangat besar,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu AHY menyatakan bahwa dirinya mendapat kudeta dari internal partai. Dugaan pelakunya selain dari kader Partai Demokrat, ada dari luar. Bahkan pihak luar itu disinyalir dari lingkaran pemerintahan.

Terduga orang lingkaran pemerintahan itu sinyalir adalah Moeldoko. Belakangan, mantan Panglima TNI itu mengakui bertemu dengan sejumlah kader Partai Demokrat.

Saksikan video menarik berikut ini:

COVID-19 Detais Indonesia