Hindari Sensor, Warga China Ramai Pakai Aplikasi Chat AS

Hindari Sensor, Warga China Ramai Pakai Aplikasi Chat AS

Terbaiknews - JakartaCNN Indonesia -- WargaÂChina pakai aplikasi chat buatan Amerika Serikat (AS),...

Jakarta, CNN Indonesia --

WargaÂChina pakai aplikasi chat buatan Amerika Serikat (AS), Clubhouse, untuk menghindari sensor pemerintah.

Aplikasi ini memang belum diblokir oleh pemerintah China meski aplikasi itu kerap digunakan untuk mendiskusikan hak azasi, identitas nasional, dan hal sensitif lain.

Pemerintah setempat telah memblokir media sosial lain seperti Twitter, Facebook, dan Youtube. Penyedia internet di negara itu juga melakukan sensor ketat untuk memangkas konten yang bisa mengancam partai komunis berkuasa di China.


Aplikasi Clubhouse diluncurkan pada awal 2020 dan mendapat banyak perhatian setelah CEO Tesla Elon Musk dan CEO Robinhood Vlad Tenev mengadakan tiba-tiba mengadakan diskusi di platform itu.

Aplikasi chat ini hanya bisa diakses lewat undangan dari anggota yang sudah bergabung lebih dulu. Pada Minggu (7/2), undangan ke platform ini dijual antara 50-400 yuan (sekitarRp100-850 ribu; kurs Rp2.174,65) di situs e-commerce China yang populer.

Berdasarkan pengamatan Reuters, para pengguna aplikasi yang tergabung dalam beberapa klub berbahasa Mandarin, ribuan pengguna mendengarkan berbagai diskusi audio yang mencakup topik-topik termasuk kamp penahanan Xinjiang, kemerdekaan Taiwan, dan Hukum Keamanan Nasional Hong Kong.

Klub berbahasa Mandarin lain melakukan percakapan antara netizen yang ada di Tiongkok daratan, Taiwan dan Hong Kong mengenai meningkatnya ketegangan politik di wilayah tersebut.

Cengkraman otoritas dunia maya China semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka melakukan sensor ke berbagai aplikasi, media massa, dan situs media sosial.

Clubhouse saat ini tidak tersedia di toko aplikasi lokal dan hanya tersedia untuk pengguna iOS. Dua hal inilah yang menyebabkan aplikasiini sulit dipakai secara luas di China.

Pengguna di China daratan dapat mengakses aplikasi ini dengan mengubah lokasi toko aplikasi mereka di luar China. Tidak jelas mengapa aplikasi tetap tidak diblokir di China.

"Saya tidak tahu berapa lama lingkungan ini bisa bertahan," kata salah satu pengguna di postingan Weibo populer yang disukai lebih dari 65.000 kali. "Tapi saya pasti akan mengingat momen ini dalam sejarah internet."

(eks)
[Gambas:Video CNN]

COVID-19 Detais Indonesia