Startup China Ini Sempat Ganggu Starbucks, Kini Megap-megap

Startup China Ini Sempat Ganggu Starbucks, Kini Megap-megap

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Startup kopi kekinian asal ChinaLuckin Coffee Inc sempat membuat...

Jakarta, CNBC Indonesia - Startup kopi kekinian asal China, Luckin Coffee Inc sempat membuat Starbucks gentar. Namun kini perusahaan itu mengajukan perlindungan soal pailit berdasarkan Bab 15 Kode Kebangkrutan Amerika Serikat di New York pada Jumat (5/2/2021).

Pihak Luckin Coffee mengatakan petisi Bab 15, yang akan memfasilitasi restrukturisasi hutangnya, diperkirakan tidak akan berdampak material terhadap operasi sehari-hari, dan tokonya yang tersebar di berbagai lokasi tetap buka.

"Perusahaan terus memenuhi kewajiban perdagangannya dalam kegiatan bisnis biasa, termasuk membayar pemasok, vendor, dan karyawan," kata pernyataan itu, seperti dilaporkan oleh Bloomberg.


Bab 15 soal kebangkrutan memungkinkan debitur asing untuk melindungi aset mereka di Amerika Serikat, sebagaimana ditulis oleh Reuters.

Luckin Coffee yang berbasis di Xiamen telah memposisikan dirinya sebagai penantang ambisius yang tumbuh di dalam negeri untuk melawan jaringan kedai kopi raksasa AS, Starbucks Corp, tetapi tersandung skandal sales (penjualan) palsu sebanyak 2,2 miliar yuan atau sekitar US$ 340 juta pada penjualan 2019.

Luckin menghapus daftar dari Nasdaq pada akhir Juni 2020 setelah mengakui penipuan akuntansi tersebut.

Pada bulan Desember, perusahaan setuju untuk membayar denda Sekuritas dan Komisi AS US$ 180 juta untuk menyelesaikan biaya penipuan akuntansi karena "secara sengaja dan material" melebih-lebihkan pendapatan tahun 2019 dan mengecilkan kerugian bersih.

Perusahaan mengatakan bahwa mereka terus memenuhi kewajiban bisnisnya yang sedang berjalan dan membayar pemasok dan staf.

Didirikan pada tahun 2017, Luckin mengoperasikan sekitar 4.500 toko di China pada akhir tahun 2019. Jaringan ini menarik pelanggan dengan menawarkan diskon besar-besaran dan berupaya menjangkau 10.000 lokasi pada akhir tahun 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)