Ciri Sensor Oksigen Rusak yang Bikin Mesin Lemot

Ciri Sensor Oksigen Rusak yang Bikin Mesin Lemot

Terbaiknews - JakartaCNN Indonesia -- Sensor oksigenpada kendaraan adalah komponen yang punya ketahanan tinggi...

Jakarta, CNN Indonesia --

Sensor oksigenpada kendaraan adalah komponen yang punya ketahanan tinggi dan tak mudah rusak, namun jika sudah bermasalah efeknya bisa bikin mobil terasa kurang bertenaga.

Sensor oksigen berada di sistem knalpot yang fungsinya mengukur jumlah oksigen di gas buang hasil pembakaran mesin. Bila sensor membaca kelebihan atau kekurangan oksigen maka informasi itu akan dikirim ke ECU untuk mengoreksi semprotan bahan bakar.

Komponen ini terkadang luput dari pengawasan pemilik, secara tak sadar mobil terus digunakan padahal sensor sensor oksigen mengalami masalah.


Menurut Auto2000, pemilik kendaraan di atas 10 tahun atau telah menempuh jarak tempuh antara 100 ribu hingga 150 ribu km disarankan memeriksa dan mengganti sensor oksigen.

Gejala sensor oksigen bermasalah bisa diketahui melalui berbagai cara, berikut ulasannya.

Emisi Meningkat

Sesuai fungsinya, sensor oksigen berguna untuk menentukan rasio bahan bakar dan udara dalam proses pembakaran. Penentuan rasio ini dilakukan secara langsung untuk memberikan hasil optimal pada kinerja mobil.

Saat rusak maka rasio itu tidak berjalan baik, setelahnya bakal muncul gejala aneh seperti emisi gas buang meningkat. Indikasi hal ini bisa dipantau bila asap yang keluar dari knalpot lebih banyak daripada biasanya.

Perbaikan atau penggantian sensor oksigen disarankan dilakukan secepatnya sebelum masalah merembet ke bagian lain pada mobil.

Indikator Check Engine Menyala

Kerusakan sensor oksigen bisa mengaktifkan indikator check engine pada panel instrumen. Pemilik direkomendasikan memeriksa kondisi mobil begitu indikator ini menyala, termasuk mengawasi sensor oksigen.

Kehilangan Performa

Gejala lain yang bisa dirasakan secara nyata saat sensor oksigen rusak yakni mobil kehilangan performa. Indikasi ini bisa ketahuan ketika tekanan pedal gas menjadi lebih berat untuk berakselerasi sebab mesin tidak mendapatkan rasio bahan bakar dan udara secara tepat.

(ryh/fea)
[Gambas:Video CNN]

COVID-19 Detais Indonesia