Astronaut NASA Berhasil Cangkok Sayur di Luar Angkasa

Astronaut NASA Berhasil Cangkok Sayur di Luar Angkasa

Terbaiknews - JakartaCNN Indonesia -- NASAÂdilaporkan telah berhasil melakukanÂtransplantasi...

Jakarta, CNN Indonesia --

NASAÂdilaporkan telah berhasil melakukanÂtransplantasi tanamanÂalias cangkok sayur pertama di salah satu fasilitas yang ada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

NASA berencana memproduksi tanaman, khususnya sayuran untuk memberikan nutrisi kepada awakÂastronaut ketika melakukan misi jangka panjang, seperti misi ke Mars.

Penelitian terhadap transplantasi tanaman dilakukan olehÂastronautÂNASA Mike Hopkins, yang tiba di ISS dengan pesawat SpaceX Crew-1 untuk misi selama enam bulan. Dalam misi itu, Hopkins merawat berbagai varietas mustard dan selada.


Melansir laman resmi, Hopkins melihat mustard tumbuh dengan baik di 'bantal' khusus yang berisi media tanam berbasis tanah liat yang ditambahkan pupuk. Sementara selada tidak, dua selada yang diuji Romaine merah dan Dragoon Lettuce tumbuh sangat perlahan.Â

Pada 14 Januari, dengan masukan dari para ilmuwan, Hopkins mencangkokkan tunas ekstra dari bantal tanaman mustard yang tumbuh subur ke dalam dua bantal selada yang bermasalah tadi.

Setelah beberapa hari, transplantasi itu berhasil. Salah satu jenis pak choi bertahan dan tumbuh bersama. Sedangkan selada yang sebelumnya bermasalah, kini juga siap dipanen.

Meski demikian, para ilmuwan di Bumi masih belum mendapat jawaban pasti mengapa kali ini selada gagalÂtumbuh. Padahal pada percobaan sebelumnya mereka berhasil menumbuhkan tanaman itu.

Kemungkinan sementara, beberapa benih selada tak tahan ketika harus disimpan terlalu lama. Sebab, benih ini tiba di stasiun itu sejak 29 Juni 2018.

Lebih lanjut, keberhasilan transplantasi tanaman menunjukkan fleksibilitas untuk menanam tanaman di luar angkasa. Sehingga, bisa dilakukan alternatif ketika ada kegagalan penanaman, seperti yang terjadi pada awal percobaan ini.

Ilmuwan yang terlibat dalam penelitian itu, Gioia Massa, mengapresiasi temuan ini. Sebab, menurutnya cairan berperilaku sangat berbeda ketika ada di gravitasi mikro di luar angkasa ketimbang di darat.

Matt Romeyn, pimpinan sains VEG-03I mengira gaya berat mikro akan menyebabkan kegagalan tanaman tumbuh di luar angkasa. Tapi, ternyata hal itu tidak menjadi penghalang tanaman untuk tumbuh.

"Gaya berat mikro tampaknya membantu dan tanaman tumbuh lebih baik daripada di Bumi... itu menakjubkan," tuturnya seperti dikutip Wio News

Hopkins dijadwalkan memanen tanaman pada 2 Februari, dan paraÂastronaut berencana untuk memakan sebagian dari hasil panen dan mengirim sisanya kembali ke Bumi untuk dipelajari.

Keberhasilan menanam sayur segar ini bisa menjadi alternatif pemenuhan gizi astronaut. Meskipun saat iniÂastronaut makan makanan kemasan berkualitas tinggi yang sangat baik. Namun menurut Massa, vitamin dalam makanan kemasan dapat rusak dan kualitasnya menurun bila disimpan dalam jangka waktu yang lama.

(jps/eks)
[Gambas:Video CNN]