Viral Video Kerumunan Turnamen Voli Tarkam di Pandeglang, Penyelenggara Tidak Disanksi

Viral Video Kerumunan Turnamen Voli Tarkam di Pandeglang, Penyelenggara Tidak Disanksi

Terbaiknews - PANDEGLANG- Turnamen voli antar kampung (tarkam) di Kecamatan CimangguKabupaten Pandeglang,...

PANDEGLANG, - Turnamen voli antar kampung (tarkam) di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten dibubarkan aparat lantaran memicu kerumunan di tengah pandemi.

Camat Cimanggu, Hadi Fatoni mengatakan, acara dibubarkan pada Sabtu (6/2/2021) saat sekelompok peserta hendak melanjutkan pertandingan.

"Kita sudah turun bersama Kapolsek dan Danramil, dibubarkan, lapangan sudah dipasang garis polisi," kata Hadi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu.

Hadi mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh dilanjutkan lantaran memicu kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Saat dilaksanakan, kata dia, juga abai protokol kesehatan.

Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Lolos dari pengawasan

Dia mengaku, pihaknya baru mengetahui adanya pertandingan voli pada Jumat kemarin. Kata dia, kegiatan tersebut tidak ada izin sehingga lolos dari pengawasan petugas.

Hadi yang juga bertugas sebagai ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Cimanggu mengatakan, saat tahu ada kegiatan yang abai prokes pihaknya langsung mengecek ke lapangan.

Penyelenggara kegiatan tersebut lantas dimintai keterangan.

"Kalau ada izin mah pasti sudah kita larang, mereka alasannya sih hanya pertandingan biasa. Pengakuan mereka sempat pake masker juga, tapi warga yang butuh hiburan pada datang nonton, berkerumun jadinya," kata dia.

Tak Punya Izin dan Timbulkan Keramaian, Pertandingan Sepak Bola Dibubarkan

Tidak ada sanksi

Hadi mengatakan selaku ketua Satgas Covid-19 pihaknya mengimbau untuk tidak mengulangi acara serupa yang bisa menimbulkan kerumunan.

Kata dia tidak ada sanksi, hanya berupa imbauan saja.

Hingga pekan awal Februari 2021 Kabupaten Pandeglang berstatus zona oranye Covid-19. Di wilayah ini total konfirmasi kasus mencapai 1.377.