Siswi SMP Jadi Kuli Bangunan, Zahra: Uangnya untuk Bantu Orangtua

Siswi SMP Jadi Kuli Bangunan, Zahra: Uangnya untuk Bantu Orangtua

Terbaiknews - KOMPAS.com- Di usianya yang masih belasan tahunsiswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota...

KOMPAS.com- Di usianya yang masih belasan tahun, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Lhoksumawe bernama Zahra harus mengalami perjuangan yang luar biasa.

Di balik tubuh mungilnya, Zahra rupanya bekerja sebagai kuli bangunan.

Zahra lebih sering mengikat besi bangunan ketimbang bersendau-gurau bersama teman-teman sebayanya.

Hal itu ia lakukan demi membantu sang ibu, Lela agar keluarga mereka bisa tetap melanjutkan hidup.

Kisah-kisah Suami Istri Meninggal Bersama karena Covid-19, Hanya Terpaut Beberapa Jam dan Pengurus Jenazah Tertular

Ibu buruh cuci dan tinggal di gubug reyot

Siswi SMP Jadi Kuli Bangunan, Zahra: Uangnya untuk Bantu Orangtuashutterstock Ilustrasi
Ibu Zahra, Lela merupakan orangtua tunggal. Ia memiliki empat anak.

Anak sulungnya, Ilham Hidayat kini telah tamat SMA.

Sedangkan tiga anak lainnya masih bersekolah.

Mereka adalah Zahra (kelas 3 SMP), Sucila Iqomah (kelas 1 SMP) dan Wahyuda (kelas 1 SD).

Sehari-hari Lela bekerja sebagai buruh cuci pakaian agar anak-anaknya bisa makan dan mengenyam pendidikan.

Keluarganya kini tinggal di gubuk reyot tanpa penerangan dan berukuran 3x2 meter di Desa Uteun Kot, Muara Dua, Lhokseumawe.

Kisah Zahra, Siswi SMP Jadi Kuli Bangunan demi Bantu Orangtua dan Adik-adiknya