Sebanyak 689 orang ikuti sekolah kader pengawas partisipatif Riau

Sebanyak 689 orang ikuti sekolah kader pengawas partisipatif Riau

Terbaiknews - ÂPekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 689 warga Riau ikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif...

ÂPekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 689 warga Riau ikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat, yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan.
"Seluruh peserta telah memenuhi syarat dan lulus administrasi, jumlahnya 689 orang akan menjalani pembelajaran SKPP melalui daring," kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan di Pekanbaru, Selasa.
Peresmian SKPP Provinsi Riau dilakukan oleh Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan disaksikan anggota dan Kepala sekretariat Bawaslu Riau beserta Kasubag dan pokja SKPP Bawaslu Riau.
Rusidi Rusdan mengatakan, Sekolah Kader Pengawas Partisipatif Bawaslu dicetuskan bertepatan dengan HUT Bawaslu ke 12 pada Tanggal 9 April 2020 yang lalu, secara resmi telah di buka oleh Ketua Bawaslu RI yang dihadiri oleh seluruh pimpinan dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu Repubilik indonesia di Jakarta bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2020.
"Pendaftaran kegiatan ini tanpa dipungut biaya alias gratis dengan cara mendaftar secara online pada tanggal 5 sampai tanggal 12 April 2020, Kemudian 12 sampai dengan 30 April 2020 pendaftar diseleksi administrasi oleh Bawaslu," kata Rusidi.
Dari tanggal 5 sampai dengan 31 Mei 2020, Peserta akan melakukan pembelajaran melalui audio visual. Para peserta merangkum materi-materi yang telah diberikan. Kemudian dilanjutkan diskusi dengan menggunakan aplikasi video konferensi dari tanggal 1 Juni sampai dengan 15 Juni 2020.
Pada Tahapan ini, peserta melakukan diskusi daring dengan para anggota Bawaslu Provinsi Riau maupun Bawaslu Kabupaten/Kota se-Riau, dan untuk tahap terakhir adalah pelaksanaan ujian, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan 30 Juni 2020.
Riau Rusidi Rusdan mengatakan, peserta SKPP daring ini akan disertifikasi oleh Bawaslu RI, tujuannya untuk menggugah partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan proses pemilu, proses pemilihan kepala daerah, yang disebut pengawasan partisipasi yang berbasis masyarakat.
Kedua, sebagai sarana pendidikan Pemilu dan Pilkada bagi masyarakat.
Ketiga, sebagai pembentukan pusat pendidikan pengawasan Pemilu dan Pilkada secara berkesinambungan. dan keempat, yaitu menciptakan aktor-aktor pengawas dan kader penggerak pengawasan, pengawasan partisipatif, kader penggerak pengawasan partisipatif yang ada di Indonesia khususnya di Provinsi Riau.
Sementara itu Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Provinsi Riau, Neil Antariksa mengatakan, bahwa sampai dengan batas waktu pendaftaran yang telah ditetapkan khusus di Riau terdapat sebanyak 764 pendafatar. Dari 764 pendaftar tersebut jumlah peserta yang lulus administrasi ada sebanyak 689 peserta SKPP se-Riau.
"Dengan rincian jumlah laki-laki sebanyak 425 peserta, dan perempuan sebanyak 264," kata Neil.
Untuk jumlah peserta per kabupaten/kota se-Provinsi Riau terbanyak berada di Kota Pekanbaru dengan jumlah peserta sebanyak 250 peserta.
Untuk Kampar sebanyak 112 peserta, Bengkalis 53 peserta, Rokan HIlir sebanyak 50 peserta, Rokan Hulu 35, Siak 49 peserta, Indragiri Hilir 41, Indragiri Hulu 22, Kuantan Singingi 31, Pelalawan 25, Kepulauan Meranti 14 dan Dumai sebanyak 13.
Bawaslu Bengkalis temukan calon anggota PPS diduga terlibat Partai Politik
Bawaslu Riau surati kepala daerah larang ASN berpolitik praktis
Bawaslu Riau diminta ketat awasi tahapan pencalonan peserta Pilkada