Pasien Positif Corona di RST Soedjono Magelang Meninggal Dunia

Pasien Positif Corona di RST Soedjono Magelang Meninggal Dunia

Terbaiknews - MAGELANG,- Seorang pasien positif virus corona ( Covid-19) yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit...

MAGELANG,- Seorang pasien positif virus corona ( Covid-19) yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit TK II Soedjono, Magelang, Jawa Tengah, meninggal dunia.

Kepala Rumah Sakit TK II dr Soedjono Magelang Kolonel Ckm Akhmad Rusli Budi Ansyah mengatakan, pasien meninggal diberi kode RST 06 masuk pada Selasa (17/3/2020) dengan keluhan kesadaran menurun.

"Pasien dengan kode RST 06, positif (Covid-06) sudah meninggal dunia, sudah dimakamkan, sebagaimana SOP dari Kementerian Kesehatan," katanya dalam keterangan pers, Kamis (26/3/2020).

Pasien Positif Corona di Sulsel Jadi 27, 3 Orang Meninggal Dunia

Pasien berkode RST 06 ini memiliki riwayat gangguan pernapasan berupa bronkopneumonia.

Saat dirawat di ruang isolasi, kata dia, kondisi pasien tersebut sudah sangat baik.

Menurutnya, meskipun masih dirawat di ruang isolasi, kondisi terkini pasien tersebut sudah sangat baik.

"Kondisi pasien yang positif sangat baik, maka ini jadi waspada kita bersama karena tidak ada keluhan apa-apa. Kemudian masuk rumah sakit hanya mengalami gejala batuk sedikit, tapi hasilnya positif," ujarnya.

Hingga Kamis (26/3/2020), Rumah Sakit TK II Soedjono masih merawat delapan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) dengan rentang usia 1,5 tahun hingga 60 tahun.

Pihaknya masih menunggu hasil swab terhadap delapan pasien tersebut.

Riwayat Pasien Positif Corona di Gunungkidul, Pulang dari Jakarta hingga 3 Hari Bantu Hajatan Tetangga

Dalam penanganan pasien virus corona, pihaknya menerjunkan satu dokter spesialis paru, tiga spesialis patologi klinik, dan satu spesialis penyakit dalam.

"Untuk alat kesehatan semakin baik, sudah banyak dukungan, baik dari Kemenkes dan TNI AD sendiri," ucapnya.

Sementara untuk ruang isolasi, rumah sakit di Jalan Urip Sumoharjo Kota Magelang ini telah menyiapkan bangsal isolasi di ruang Seruni.

Semula, bangsal ini hanya menyediakan dua kamar khusus penanganan pasien virus corona, namun karena pasien bertambah, pihaknya menambah 12 kamar dan sampai saat ini memiliki 14 kamar.

"Bila terjadi outbreak berapapun (kamar yang dibutuhkan) akan kita siapkan, semampu rumah sakit dan tenaga medis. Inilah pentingnya menghargai tenaga kesehatan sebagai garda terdepan, tolong hargai selayaknya saja, perlu disupport yang baik, termasuk pemberitaan," tutur dia.