Pasien Gejala Covid-19 Antre Ruang Isolasi, Sebagian Pakai Alat Bantu Pernafasan

Pasien Gejala Covid-19 Antre Ruang Isolasi, Sebagian Pakai Alat Bantu Pernafasan

Terbaiknews - BANDUNG- Terbatasnya jumlah ruang isolasi membuat pasien yang terindikasi Covid-19 harus...

BANDUNG, - Terbatasnya jumlah ruang isolasi membuat pasien yang terindikasi Covid-19 harus mengantre. Akibatnya, mereka dirawat di lorong-lorong UGD hingga tempat pendaftaran UGD.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di RS Al-Islam Bandung, pasien yang mengantre untuk mendapatkan perawatan dan sekadar menjalankan tes swab sudah mengantre sejak pukul 09.00 WIB.

Pasien dengan mengenakan kursi roda tampak duduk di bagian luar dan menanti giliran dipanggil.

Rumah Sakit Darurat Covid-19 Secapa AD Bandung Siap Digunakan, Apa Saja Fasilitasnya?

Begitu masuk ke lorong UGD menuju tempat pendaftaran, pasien lengkap dengan alat bantu pernafasan terlihat di sejumlah titik.

Ada yang di dekat pintu gerbang, bawah tangga, dan depan tempat pendaftaran. Mereka terlihat ditemani keluarga pasien.

"Kata perawatnya ruang isolasi penuh. Itu juga yang di lorong menunggu masuk ke ruang isolasi," ujar salah satu penunggu pasien, Novia kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Novia mengaku mengantarkan sang ibu yang memiliki gejala Covid-19. Tadinya, ibunya akan diisolasi di RS Al-Islam.

Tapi, kata dokter, ibunya masuk kategori sedang. Sedangkan ruang isolasi diutamakan untuk kategori berat. Jadi hari ini, ibunya hanya tes swab dan isolasi mandiri di rumah.

"Tadi ada pasien Covid-19 yang dirawat di lorong meninggal. Almarhum lagi menunggu masuk ke ruang isolasi," ungkap dia.

Sebenarnya, yang penuh bukan cuma RS Al Islam. Sebelumnya Novia juga sempat mengontak RS AMC dan kondisinya penuh juga.