FADNI Desak Bupati SBB Tuntaskan Pembangunan Kantor MUI

FADNI Desak Bupati SBB Tuntaskan Pembangunan Kantor MUI

Terbaiknews - Ambon,Tribun-Maluku.com: Forum Anak Adat Nusa Ina mempertanyakan kelanjutan pembangunan Kantor...

Ambon,Tribun-Maluku.com: Forum Anak Adat Nusa Ina mempertanyakan kelanjutan pembangunan Kantor Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Seram Bagian Barat di Piru yang kini tersendat penyelesaiannya akibat sengketa lahan dengan keluarga pemilik lahan sebenarnya Josfince Pirsouw,65 tahun.

Kantor MUI SBB dibangun sekitar lima tahun silam dan telah menghabiskan miliaran rupiah dari pemerintah kabupaten setempat.

â&;&;â&;&;Kami mempertanyakan pembangunan kantor MUI SBB yang tidak selesai hingga saat ini, namun telah menghabiskan anggaran pemda yang begitu besar,â&;&;â&;&; seru Ketua FADNI Maluku Joses Dos Santos Walalayo di Ambon, Rabu (16/9/2020)

Walalayo menyatakan kelanjutan proyek pembangunan kantor MUI SBB sangat penting untuk mendukung pembinaan umat di wilayah itu.

â&;&;â&;&;Yang kami heran mengapa anggarannya sudah dicairkan begitu besar, tetapi saat ini pembangunannya tersendat. Pemkab SBB harus melihat hal ini. Kalau memangnya faktor ganti rugi lahan yang belum beres, ya selesaikan dengan pemilik lahan sebenarnya. Jangan biarkan pembangunan kantor MUI SBB terus terkatung-katung seperti ini. Kasihan kan umat beragama di sana,â&;&;â&;&; ungkapnya.

Walalayo mendesak Bupati SBB Yasin Payapo dapat memanggil pengurus MUI SBB dan pemilik lahan untuk mengatasi persoalan ini sehingga tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

“Pak Bupati (Yasin Payapo) harus panggil pihak-pihak terkait, terutama pengurus MUI SBB dan pemilik lahan untuk menyelesaikan persoalan ini secepatnya,â&;&;â&;&; tekannya.

Di bagian lain salah satu anak dari Josfince Pirsouw, Jonry Pirsouw menyatakan kantor MUI SBB berada di atas lahan/tanah dati milik kakeknya yang telah diperkuat putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

â&;&;â&;&;Saya adalah anak salah satu anak ahli waris pemilik dati di mana berdiri kantor MUI SBB. Saya hanya ingin tegaskan kalau lahan yang di atasnya berdiri kantor MUI SBB adalah lahan kami yang sudah diperkuat putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap,â&;&;â&;&; bebernya.

Kantor MUI SBB didirikan atas hibah yang diduga palsu yang dibuat dan ditandatangani Wampine, mantan ketua MUI SBB, salah satu oknum pengacara dan pihak-pihak lain.

â&;&;â&;&;Soal pembuatan hibah palsu yang dilakukan beberapa oknum-oknum di antaranya mantan ketua MUI SBB, dan lain-lain sementara dalam proses laporan polisi atas tindakan pemalsuan surat tersebut,â&;&;â&;&; pungkasnya.

COVID-19 Detais Indonesia