Fakta Rencana Pembangunan Pasar Muamalah di Madiun, Mendapat Penolakan Warga dan Belum Mengantongi Izin

Fakta Rencana Pembangunan Pasar Muamalah di Madiun, Mendapat Penolakan Warga dan Belum Mengantongi Izin

Terbaiknews - KOMPAS.com - Pasar Muamalah sempat akan dibangun di Desa TeguhanKecamatan JiwanKabupaten Madiun,...

KOMPAS.com - Pasar Muamalah sempat akan dibangun di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Namun, rencana pembangunan itu batal dilakukan setelah ditolak oleh warga setempat.

Warga menolak pembangunan pasar yang transaksinya menggunakan uang dinar dan dirham itu karena dianggap belum mengantongi izin.

Sejak adanya perselisihan dengan warga setempat itu, hingga sekarang proses pembangunan pasar tersebut mandek.

Warga Tolak Rencana Pembangunan Pasar Muamalah Seluas 1.400 M2 di Madiun

Sudah disosialisasikan

Perangkat Desa Teguhan, Al Maun mengatakan, sebelum melakukan pembangunan itu penggagas pendirian Pasar Muamalah sempat melakukan sosialisasi kepada warga pada awal November 2020.

Namun demikian, ia lupa dengan nama dua orang pria yang melakukan sosialisasi saat itu.

"Mereka menjelaskan tanah itu mau dibangun Pasar Muamalah dengan transaksi jual beli menggunakan uang dinar dan dirham," kata Maun melalui sambungan telepon, Jumat (5/2/2021).

Setelah sosialisasi tersebut, diketahui tak ada satupun penggagas pembangunan pasar tersebut yang mengajukan permohonan izin ke kantor desa.

Seperti di Depok, Ada Wacana Membangun Pasar Muamalah di Madiun, Luasnya 1.400 M2

Ditolak warga

Maun mengatakan, untuk lokasi pembangunan pasar itu sudah disiapkan lahan bekas sawah seluas 1400 meter persegi.

Meski demikian, ketika belum ada perizinan dan kesepakatan dengan warga setempat, pihak dari penggagas itu diketahui sudah nekat mulai melakukan pembangunan.