Tak Hanya Bak Air, Banyak Rumah Warga Lifuleo Kupang Rusak Akibat Ledakan

Tak Hanya Bak Air, Banyak Rumah Warga Lifuleo Kupang Rusak Akibat Ledakan

Terbaiknews - POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pekerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU) Timor 1 di...

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pekerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU) Timor 1 di DesaLifuleoKecamatanKupangBaratKabupatenKupang NTT meninggalkan cerita miris.

Akibat peledakan menggunakan dinamit dalam proyek yang berlokasi di tepi pantai itu, bak penampung air milik warga sekitar rusak. Akibatnya bak penampung air bersih tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Tak hanya bak penampung air, bahkan banyak rumah warga yang mengalami kerusakan akibat peledakan dengan dinamit yang dilakukan oleh PT.PP yang mengerjakan proyek.

Salah satu warga, Kornelius Tosi mengatakan, akibat ledakan dari pekerjaan proyek, dinding rumahnya sampai rusak. Tak hanya di bagian luar rumah, bahkan dinding bagian dalam pun mengalami kerusakan.

Warga RT 6 RW 12 Desa Lifuleo itu, mengatakan, kerusakan tak hanya menimpa rumahnya, beberapa rumah warga lainnya pun mengalami hal yang sama.

"Tidak hanya di sini, ada banyak rumah warga yang rusak. Bahkan bak penampung air juga rusak" ungkap Kornelius kepada wartawan pada Rabu (24/6).

Ia mengaku, pihak perusahaan tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum aktivitas penggunaan bahan peledak.

Ia pernah melakukan protes ke pihak perusahaan sebanyak dua kali, tetapi perusahaan hanya memberi janji. Pihak PT.PP mengatakan setelah usai masa peledakan akan diberikan ganti rugi.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Bagian Proyek PLTUTimor 1 Wildan Firdaus mengatakan, sebelum memulai mengerjakan proyek ini, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga setempat terkait kompensasi akibat pembangunan PLTUTimor 1 ini.

"Kami telah mendata, setelah itu kami akan ganti rugi sesuai tingkat kerusakan. Sebelum memulai proyek ini kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat, bahwa akan ada kompensasi akibat pembangunan ini tinggal koordinasikan," katanya, Jumat (20/6).

Menurut Wildan, kerusakan rumah akan dilakukan pendataan dan selesai pengerjaan baru akan direalisasikan kompensasi tersebut. Selesai galian ditargetkan bulan september, sehingga baru akan direalisasikan atau perbaikan pada bulan September.

"Dampak positif proyek ini yakni pembangunan jalan raya, yang awalnya susah untuk diakses. Selain itu pemasangan jaringan listrik bagi masyarakat sekitar, secara gratis," tutup Wildan.

Selain merusak rumah, proyek PLTUTimor 1 di DesaLifuleoKecamatanKupangBaratKabupatenKupang NTT oleh PT.PP itu juga telah dikeluhkan warga karena merusak budidaya rumput laut warga sekitar. Bahkan warga mengaku merugi hingga jutaan rupiah tetapi hingga kini tidak ditanggapi serius oleh manajemen perusahaan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

COVID-19 Detais Indonesia