RSUD Lewoleba Dinilai Tak Perhatikan Paramedis, Pasien Terancam Tak Dapat Anestesi

RSUD Lewoleba Dinilai Tak Perhatikan Paramedis, Pasien Terancam Tak Dapat Anestesi

Terbaiknews - RSUD Lewoleba Dinilai Tak Perhatikan ParamedisPasien Terancam Tak Dapat...

RSUD Lewoleba Dinilai Tak Perhatikan Paramedis, Pasien Terancam Tak Dapat Anestesi
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Satu-satunya perawat anestesi di RSUDLewoleba menolak untuk melakukan tindakan anestesi terhadap pasien yang akan menjalani operasi pada Kamis (25/6/2020).

Sebabnya, dengan beban kerja yang tinggi dan masa kerja yang cukup lama, manajemen RSUDLewoleba tak kunjung memenuhi hak-haknya sebagai perawat anestesi yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). RSUDLewoleba sendiri belum memiliki dokter anestesi.

Masalah ini pun kemudian bisa dituntaskan setelah Ketua Komisi III DPRD Lembata, Antonius Molan Leumara, dan dua anggota komisi lainnya Petrus Bala Wukak serta Gabriel Raring datang langsung ke rumah sakit untuk memfasilitasi keluarga pasien dan perawat anestesi.

Setelah dibicarakan, pasien langsung dilayani untuk tindakan anestesi.

Anggota DPRD Lembata, Anton Leumara, ketika dikonfirmasi via telepon Kamis (25/6/2020) membenarkan adanya aksi penolakan tindakan anestesi sebagaimana dimaksud.

Kata Anton, aksi penolakan yang dilakukan itu sangat beralasan karena hak-hak perawat anestesi itu tak kunjung diperhatikan manajemen RSUDLewoleba. Padahal beban kerjanya sangat tinggi dengan masa pengabdian yang sudah lama.

Dijelaskannya, masalah hak dan kesejahteraan perawat anestesi itu sudah pernah dibahas dalam rapat kerja di gedung dewan termasuk dalam rapat paripurna.

Dia sendiri sudah meminta supaya manajemen RSUDLewoleba segera memenuhi hak-hak yang sudah dia ajukan. Namun sampai sekarang hasilnya nihil dan malah berujung aksi penolakan kerja seperti ini.

Politisi Demokrat ini mengatakan jika manajemen tak kunjung memenuhi hak kesejahteraan perawat anestesi, ada kemungkinan pasien di Lembata tak bisa mendapatkan pelayanan anestesi untuk bedah dan kandungan.

"Dia itu satu-satunya perawat anestesi di RSUDLewoleba, kerja tidak kenal waktu, tidak kenal lelah, kerja sudah seperti robot, lalu wajar kalau dia ingin hak-haknya dipenuhi manajemen," tegas Anton.

COVID-19 Detais Indonesia