Perawat Anestesi Tak Telantarkan Pasien, Dia Hanya Ingin RSUD Lewoleba Penuhi Hak-haknya

Perawat Anestesi Tak Telantarkan Pasien, Dia Hanya Ingin RSUD Lewoleba Penuhi Hak-haknya

Terbaiknews - Perawat Anestesi Tak Telantarkan PasienDia Hanya Ingin RSUDLewoleba Penuhi...

Perawat Anestesi Tak Telantarkan Pasien, Dia Hanya Ingin RSUDLewoleba Penuhi Hak-haknya
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Satu-satunya perawat anestesi di RSUDLewoleba menolak untuk melakukan tindakan anestesi terhadap pasien yang akan menjalani operasi pada Kamis (25/6/2020).

Sebabnya, dengan beban kerja yang tinggi dan masa kerja yang cukup lama, manajemen RSUDLewoleba tak kunjung memenuhi hak-haknya sebagai perawat anestesi yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). RSUDLewoleba sendiri belum memiliki dokter anestesi.

Masalah ini pun kemudian bisa dituntaskan setelah Ketua Komisi III DPRD Lembata, Antonius Molan Leumara, dan dua anggota komisi lainnya Petrus Bala Wukak serta Gabriel Raring datang langsung ke rumah sakit untuk memfasilitasi keluarga pasien dan perawat anestesi. Setelah dibicarakan, pasien langsung dilayani untuk tindakan anestesi.

Ketika dikonfirmasi, Kamis (25/6/2002), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali mengaku sudah mendengar adanya perawat anestesi yang menolak melakukan tindakan anestesi terhadap pasien.

Dirinya pun langsung menghubungi perawat bersangkutan untuk mengetahui persis persoalannya.

Menurut Paskalis, perawat tersebut tidak bermaksud menelantarkan pasien. Dia justru tidak tahu kalau ada pasien yang membutuhkan tindakan medis segera.

Sebab menurut perawat tersebut, dalam keadaan normal jik ada pasien yang membutuhkan tindakan medis olehnya, dia harus sudah disampaikan terlebih dahulu.

"Tapi kejadian tadi itu memang dia belum disampaikan. Mungin karena pasien itu pasien emergensi/kasus emergensi yang membutuhkan penanganan segera," kata Sekda Paskalis.

Lebih jauh, Paskalis membenarkan ada masalah pemenuhan hak kesejahteraan bagi perawat anestesi yang membuat dia enggan melakukan tindakan anestesi melebihi batas.

"Kalau faktor kesejahteraan, memang tadi saya sempat tanya dan dia menjelaskan secara terbuka tentang hal itu. Namun bukan merupakan faktor utama. Saya belum konfirmasi dengan Pak Direktur RSUD kejadian yang sebenarnya bagaimana," kata Paskalis ketika dihubungi wartawan.

COVID-19 Detais Indonesia