Pasar Tradisional di Kabupaten Serang Sepi, Daya Beli Masyarakat Turun 40 Persen

Pasar Tradisional di Kabupaten Serang Sepi, Daya Beli Masyarakat Turun 40 Persen

Terbaiknews - SERANG(KB).- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang...

SERANG, (KB).- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang mengungkapkan saat ini sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Serang sepi dari aktivitas jual beli akibat pandemi corona virus disease (Covid-19) atau virus corona, sehingga daya beli masyarakat menurun sampai 40 persen.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid menuturkan, untuk saat ini sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Serang belum dilakukan penutupan dengan adanya pandemi virus corona, namun pasar sepi dari transaksi.

“Pasar tetap beroperasi, tetapi sepi, dengan adanya corona ini rata-rata daya beli masyarakat di pasar menurun sampai 40 persen,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (27/3/2020).

Ia menuturkan, pihaknya sampai saat ini belum ada rencana untuk melakukan penutupan pasar. Sebab, para pedagangnya juga enggan untuk berhenti meninggalkan pasar untuk berjualan.

Namun, pihaknya menilai dengan kesadaran masyarakat juga kondisi pasar sepi, karena banyak yang khawatir ketika mengunjungi pasar tradisional. Namun, berbagai upaya pencegahan penyebaran dan penularan sudah dilakukan di sejumlah pasar yang ada.

“Saya rasa dengan kesadaran masyarakat sendiri tidak ada yang mengunjungi pasar, karena pemerintah juga belum ada rencana untuk menutup pasar,” ujarnya.

Sebelumnya, dia menuturkan, satuan tugas (Satgas) penanganan pandemi Covid-19 juga telah melakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian, pihaknya juga selalu melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk tetap menjaga kebersihannya. Salah satunya di area pasar disediakan pencuci tangan maupun menggunakan masker.

“Di pasar kan sudah disediakan cuci tangan, kemudian menggunakan masker. Jadi, kami berikan sosialisasi kepada para pedagang untuk tetap menjaga kebersihannya,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, Diskoperindag Kabupaten Serang juga berencana untuk melakukan penjualan sayuran maupun sembako dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online. Hal tersebut sama seperti yang sudah dilakukan di beberapa kabupaten/kota lainnya.

“Kami mau rencana seperti itu (penjualan daring), kalau pada tutup kan susah juga, cara gitu (penjualan daring) juga bagus kami apresiasi sekali. Cuma kalau seperti itu harus mengajak masyarakat. Kami juga ingin mencontoh sistem seperti itu,” tuturnya. (TM)*

COVID-19 Detais Indonesia