Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Tujuan Mimika Mendarat Darurat di Lapangan Bola di Jayapura

Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Tujuan Mimika Mendarat Darurat di Lapangan Bola di Jayapura

Terbaiknews - TIMIKA- Sebuah helikopter tujuan Kabupaten Mimika terpaksa harus mendarat darurat di Nimbongkrang,...

TIMIKA, - Sebuah helikopter tujuan Kabupaten Mimika terpaksa harus mendarat darurat di Nimbongkrang, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (7/2/2021), karena cuaca buruk.

Helikopter jenis MI-8MTV-I dengan Nomor Registrasi UP-MI815 itu dipiloti Capten Oleksii Legorichev dengan Copilot Capten Valeria Chommorets.

Dalam helikopter itu juga terdapat 4 kru engginering, dan 6 penumpang yang merupakan staf Perusahaan Initrade Persada Nusantara.

3.464 Tenaga Kesehatan di Kota Jayapura Mulai Divaksin Covid-19

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon melalui Kapolsek Nimbokrang Ipda Priyono menjelaskan, helikopter itu awalnya bertolak dari lapangan terbang Advent Doyo Baru, Kabupaten Jayapura dengan tujuan Bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika.

Setelah satu jam terbang, pilot memutuskan untuk kembali ke lapangan terbang Advent Doyo Baru, karena cuaca buruk.

Putar arah karena cuaca buruk

Dikarenakan cuaca tidak mendukung, pilot memutuskan untuk memutar arah ke daerah Distrik Nimbokrang untuk mencari lokasi pendaratan yang aman.

"Setelah menempuh penerbangan sekitar kurang lebih satu jam pilot menerima informasi dari Bandara Timika bahwa cuaca tidak mendukung untuk melanjutkan perjalanan, sehingga helikopter merubah rute untuk mendarat kembali ke Doyo Baru," kata Ipda Priyono dalam keterangan tertulisnya melalui Humas Polda Papua, Minggu malam.

Cuaca Buruk, Helikopter BPBD Sulsel Sempat Berputar Lalu Mendarat Darurat di Lahan Kosong

Menurut Ipda Priyono, helikopter sempat berupaya melakukan pendaratan darurat di ladang Kampung Benyom Jaya II, namun karena kondisi tanah yang gembur akhirnya helikopter tidak dapat mendarat.

Pilot kembali mencoba mendaratkan helikopter di Lapangan Sepak Bola Kampung Benyom Jaya II, namun saat mendarat tanah amblas karena tidak dapat menahan beban helikopter tersebut.