Menjejakkan Kaki dan Belajar Budaya di Tano Niha (Tanah Nias)

Menjejakkan Kaki dan Belajar Budaya di Tano Niha (Tanah Nias)

Terbaiknews - Yaáhowuâ&;¦. Indonesia memiliki berjuta suku bangsa dan adat...

Yaáhowuâ&;¦. Indonesia memiliki berjuta suku bangsa dan adat istiadat. Adat istiadat merupakan warisan bangsa yang perlu dilestarikan. Bangsa yang baik adalah bangsa yang menjaga semua warisan lokal yang dimiliki, seperti Nias, Sumatra Utara. Nias memiliki tradisi yang sangat unik dan telah dikenal oleh dunia. Masyarakat suku Nias hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih sangat kental.

Nah, Kali ini saya akan menceritakan kisah penjelajahan saya selama berada di Pulau Nias, Sumatra Utara. Penasaran seperti apa? Tetap lanjutkan membaca kebawah ya.

Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi, saatnya saya harus menuju bandara Intâ&;&;l Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru Riau menggunakan taxi online. Jadwal penerbangan saya dari Pekanbaru sekitar pukul 09.40 pagi dengan kota tujuan Medan. Ya, sebelum sampai ke Nias, kita harus transit dulu di bandara Kuala Namu, Medan. Penerbangan dari Pekanbaru menuju Medan menempuh perjalanan sekitar 1 jam 10 menit.Â

Nah, sesampainya di bandara Kuala Namu, Medan, kita harus menunggu di waiting room bandara sekitar 1 jam. Setelah itu baru kita melanjutkan penerbangan kembali menggunakan pesawat dengan ukuran kecil menuju Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Nias.Â

Tepat pukul 13.10 WIB, saya pun tersenyum bahagia dan mengucap syukur setelah pesawat yang saya tumpangi mendarat mulus di bandara Binaka, Gunung Sitoli Nias. Akhirnya impian masa kecil saya ingin berkunjung ke Nias pun datang. Kelelahan selama penerbangan berjam-jam langsung terbayarkan ketika tiba di Nias.

Perjalanan ini merupakan trip perdana saya di Pulau Nias, saya menghabiskan waktu 10 hari disini. Kebetulan saya melakukan penerbangan disaat pandemic Covid-19. Untuk memastikan semuanya aman, sebelum melakukan penerbangan saya harus melakukan tes covid (Rapid Test) terlebih dahulu.Â

Untuk melakukan penerbangan di saat pandemic, banyak sekali yang harus dipersiapkan. Seperti membawa masker sebanyak mungkin, face shield, hand sanitizer, dan cuci tangan pakai sabun.Â

Menurut saya semua bandara di Indonesia betul-betul menerapkan protocol kesehatan yang baik. Itu yang saya rasakan ketika berada di bandara, baik di Pekanbaru, Medan, dan Nias.Â

Pihak bandara pun selalu memberikan announcement (pemberitahuan) untuk mengingatkan passanger dan semua yang berada di bandara untuk selalu taat aturan seperti selalu pakai masker, social distancing, dan cuci tangan. Dan juga pihak bandara memberikan face shield ke penumpang secara gratis. Pesawat juga mengurangi dan membatasi jumlah penumpang sebanyak 50% dan pesawat memberlakukan seat distancing (tempat duduk berjarak) jadi sangat aman sekali.

Menurut Wikipedia, Nias adalah sebutan untuk pulau dan kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau Sumatra, Indonesia, dan secara administrative berada dalam wilayah Provinsi Sumatra Utara. Pulau ini merupakan pulau terbesar di antara gugusan pulau di pantai barat Sumatra, dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha).Â

Daerah ini memiliki objek wisata penting seperti selancar, rumah tradisional, penyelaman, hombo batu (lompat batu). Dan saya sangat diberkati sekali bisa mengunjungi daerah indah ini. Saya tidak hanya menjelajahi wisatanya saja, tetapi juga turut belajar kebudayaannya. Seru sekali. Yuk, intip tujuan tempat wisata saya selama di Nias yang wajib untuk dikunjungi jika berada di Nias:

VIDEO PILIHAN

COVID-19 Detais Indonesia