Desa Jala, Desa Pesisir dengan Bentangan Alam yang Mempesona

Desa Jala, Desa Pesisir dengan Bentangan Alam yang Mempesona

Terbaiknews - DI bagian selatan Kabupaten DompuNusa Tenggara Barat terdapat salah satu desa dimana masyarakatnya...

DI bagian selatan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat terdapat salah satu desa dimana masyarakatnya sebagian besar menggantungkan hidupnya di laut. Tersebutlah Desa Jala. Desa Jala merupakan desa pesisir pantai. Secara administrasi masuk wilayah kecamatan Hu'u. Luasnya tidaklah seberapa di bandingkan dengan desa tetangga. Bahkan desa Jala merupakan hasil pemekaran dari desa Rasabou beberapa tahun silam.

Desa Jala, Desa Pesisir dengan Bentangan Alam yang Mempesona
Dokpri. Pesisir desa Jala
Umurnya belumlah seberapa lama. Jika dihitung dari sisi pemerintahan, baru dua kepala desa dengan yang menjabat saat ini. Tapi secara historis Jala sudah lama didiami oleh masyarakat. Jika dilihat dari aspek ekonomi, masyarakat desa Jala mayoritas menggantungkan hidupnya pada hasil laut. Walaupun sebagiannya, ada pula yang memilih menjadi petani dan berkebun.

Masyarakatnya merupakan campuran keturunan dari berbagai desa, termasuk beberapa desa yang ada di kabupaten Bima. Ada banyak faktor mereka memutuskan memilih tinggal di desa Jala. Ada yang datang karena pernikahan, mengikuti orang tua, dan juga karena memiliki kerabat sehingga akhirnya menetap hingga kini.

Desa Jala, Desa Pesisir dengan Bentangan Alam yang Mempesona
Dokpri. Batu Penahan OmbakÂ
Desa Jala memiliki panorama laut yang memanjakan para pengunjung. Terlebih ketika sore menyapa. Mega-mega dengan awan tebal disapu mentari memanjakan bagi siapa saja yang memandangnya. Duduk di tepi pantai sambil melepas pandang, akan disuguhkan dengan gulungan ombak yang bersahabat, gerakan perahu yang berpadu dengan hempasan ombak yang menyuguhkan harmoni semesta.
Bahkan, keberadaan lapangan voly yang tak jauh dari bibir pantai, kala sore menyapa akan ramai dengan para pemuda yang bermain bola tangan ini. Bahkan tidak sedikit, mereka datang dari desa tetangga. Mereka beradu loncat untuk melepas pukulan ke area pertahanan lawan. Suara gegap gempita para penonton kadang mengiringi jalannya pertandingan. Seru dan mengasikan. Bahkan masyarakat setempat juga ikut menikmati pertandingan yang disuguhkan oleh para anak muda ini.

Desa Jala, Desa Pesisir dengan Bentangan Alam yang Mempesona
Dokpri. Perahu di pesisir pantai desa Jala
Desa Jala, Desa Pesisir dengan Bentangan Alam yang Mempesona
Dokpri
Tapi yang tidak kalah mengasikan adalah, ketika menikmati temaram senja di baruga pinggir pantai. Terlebih sambil menyeruput kopi hitam yang masih hangat. Kepulan asapnya yang menari-nari di bibir gelas dengan aroma semerbak menyapa semesta, menambah sensasi kala bermandi cahaya mentari sore. Lebih-lebih ketika ditemani oleh pujaan Âhati, sambil membayangkan bahwa dunia milik berdua, dan yang lain hanya numpang lewat saja. Oo. Asiknya.

Desa Jala, Desa Pesisir dengan Bentangan Alam yang Mempesona
Dokpri
Desa Jala, Desa Pesisir dengan Bentangan Alam yang Mempesona
Dokpri
Namun ada sedikit yang di sesalkan adalah tentang sampah. Sebagian masyarakat masih memandang laut dan sekitaran bibir pantai sebagai tempat pembuangan akhir. Sehingga onggokan sampah di beberapa titik, sangat merusak pemandangan. Tapi, bersyukur kurang lebih dua bulan Âini, ada sejumlah pemuda desa yang tergabung dalam komunitas Kopaja yang selalu menginisiasi membersihkan pantai setiap pekannya. Sehingga panorama alam pesisir pantai desa Jala masih terjaga.


Semoga saja gerakan Âbebas sampah yang diinisiasi oleh komunitas Kopaja ini tetap terjaga. Agar ke depan pantai desa Jala tetap terjaga keasriannya.

VIDEO PILIHAN

COVID-19 Detais Indonesia