Libur Akhir Tahun Dipangkas, 75 persen Masyarakat Sudah Pesan Kamar

Libur Akhir Tahun Dipangkas, 75 persen Masyarakat Sudah Pesan Kamar

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memangkas libur akhir tahun 2020. Melalui...

Jakarta, IDN Times - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memangkas libur akhir tahun 2020. Melalui rapat koordinasi lintas kementerian, pemerintah sepakat memangkas libur panjang akhir tahun sebanyak tiga hari.

Di sisi lain, animo masyarakat untuk beriwisata justru sedang melonjak. Pada akhir tahun ini, masyarakat diprediksi akan tetap berlibur.Hal itu juga diperkuat oleh data BPS soal tingkat hunian hotel. "Peningkatan tren hunian hotel mengalami kenaikan. Tren ini disumbangkan oleh wisatawan domestik dibanding asing," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, Selasa (1/12/2020).

Tren ini diperkirakan masih terus berlanjut. Berdasarkan data biro perjalanan yang didapat melalui survei 1.490 pelanggan di Indonesia, sebagian besar masyarakat sudah memesan kamar saat libur panjang.

1. Mayoritas masyarakat berencana berlibur di akhir tahun

Libur Akhir Tahun Dipangkas, 75 persen Masyarakat Sudah Pesan KamarWisatawan yang tengah berlibur bersama orang-orang terdekatnya. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Hasil survei tersebut menunjukkan sebesar 75 persen masyarakat Indonesia berencana untuk melakukan traveling pada akhir tahun. Hal ini mencerminkan keinginan sebagian besar masyarakat untuk bepergian pada saat momen libur Natal dan Tahun Baru 2021. Hanya 25 persen responden mengaku belum berencana untuk bepergian pada periode akhir 2020 nanti.

Adasebanyak 44 persen responden mengaku belum tahu kapan akantravelingkembali, 32 persen berencana akantravelingpada pertengahan 2021, 15 persen akan travelingpada awal kuartal pertama pada 2021, dan 9 persen berencana travelingpada akhir tahun 2021.

Menilik data internal Pegipegi, pada periode libur panjang akhir Oktober lalu, terjadi peningkatan pemesanan hotel dan tiket pesawat hingga dua kali lipat dibandingkan periode new normal pada hari biasa. Data tersebut sejalan dengan hasil survei keinginan masyarakat untuktravelingpada periode akhir tahun 2020 ini. Pegipegi memprediksi tren traveling akan tetap berlanjut.

"Dari survei ini kita bisa melihat bahwa kepercayaan diri masyarakat untuk kembali bepergian sudah mulai meningkat. Hal ini ditunjang dengan infrastruktur di destinasi wisata yang sudah menyediakan dan menerapkan protokol kesehatan hingga membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman," kata Corporate Communications Manager Pegipegi, Busyra Oryza, dalam keterangan resminya, Senin (30/11/2020).

2. Sejumlah faktor pendorong masyarakat untuk melancong

Libur Akhir Tahun Dipangkas, 75 persen Masyarakat Sudah Pesan KamarIlustrasi physical distancing. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Dalam survei itu disebutkan, ada beberapa faktor yang membuat masyarakat berkeinginan untuk melancong, yakni terkait kepatuhan akan protokol kesehatan (66 persen), percaya tempat yang akan dikunjungi telah menerapkan protokol kesehatan (65 persen), merasa dalam keadaan sehat (31 persen).

Dalam survei itu juga disebutkan bahwa sebanyak 45 persen masyarakat memilih untuk bepergian keluar kota dengan kendaraan pribadi. Disusuloleh bepergian ke luar kota menggunakan pesawat terbang (30 persen),staycationdi hotel dalam kota (11 persen), ke luar kota menggunakan kereta (10 persen), dan ke luar kota menggunakan bus atau travel (4 persen).

3. Mayoritas masyarakat memesan tiket pulang pergi

Libur Akhir Tahun Dipangkas, 75 persen Masyarakat Sudah Pesan KamarIlustrasi Infrastruktur (Pesawat) (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, berdasarkan survei, sebanyak 60 persen responden memilih melakukan pemesanan tiket perjalanan pulang pergi sekaligus. Sedangkan 40 persen responden memilih untuk memesan tiket satu rute saja. Data internal Pegipegi juga menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang memesan tiket secara dadakan atau rata-rata di bawah satu minggu sebelum keberangkatan.

Jakarta, Medan, Makassar, Surabaya, dan Bali menjadi lima rute terfavorit pada periode libur panjang Oktober lalu. Sementara itu pada akhir tahun nanti, Pegipegi memperkirakan destinasi wisata domestik di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bali akan diminati oleh masyarakat Indonesia.

COVID-19 Detais Indonesia