Langkah Buat Aset Tetap Tumbuh, Saat Kondisi Pasar Saham Melemah

Langkah Buat Aset Tetap Tumbuh, Saat Kondisi Pasar Saham Melemah

Terbaiknews - Ilustrasi lantai perdagagan PT Bursa Efek Indonesia (Issak Ramdhani/Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Virus korona jenis baru membuat perekonomian global terguncang, termasuk Indonesia. Untuk pasar saham pun pada Rabu (25/3) kemarin ditutup dengan berada di posisi 3.937,63 poin. Turun jauh jika dibandingkan dengan sebelum Covid-19 menyerang yang biasanya berada pada level 6.000.

Harga saham yang terus turun secara cepat membuat investor melakukan panic selling. Akibatnya, harga pun terus terpuruk. Di tengah kondisi yang begitu bergejolak, para investor pun tentunya mulai mencari pilihan instrumen lain untuk menumbuhkan aset mereka.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko dan menghindari kerugian lebih besar. Salah satu pilihan populer yang mulai dilirik sebagai sarana penumbuh aset yaitu peer-to-peer (P2P) lending.

Seperti diketahui, P2P lending itu sendiri merupakan instrumen investasi yang menawarkan potensi imbal hasil yang cukup menarik, lebih besar dari kebanyakan produk obligasi maupun deposito bank.

Bahkan, tingkat imbal hasil yang ditawarkan oleh P2P lending bebas dari spekulasi pasar dan tidak dipengaruhi oleh fluktuasi harga di pasar investasi. Untuk memulai menumbuhkan aset melalui platform P2P lending pun sangat mudah karena semua prosesnya dapat dilakukan secara online.

Bagi masyarakat yang belum familiar dengan cara kerja P2P lending, pada dasarnya P2P lending adalah kegiatan pinjam-meminjam antar perorangan dengan perantara sebuah platform online. Investor sebagai pemberi pinjaman (lender) dapat memberikan pinjaman pada peminjam dan mendapatkan keuntungan berupa sebagian dari biaya bunga yang dibayarkan oleh peminjam.

Salah satu platform P2P Lending di Indonesia, MEKAR pun menjadi salah satu pilihan masyarakat saat ini. Alasannya adalah keberhasilan MEKAR dalam menjaga angka kegagalan bayar kepada lender di level 0 persen.

“Artinya hingga hari ini, seluruh lender yang memberikan pinjaman melalui platform ini selalu mendapatkan pembayaran kembali atas pinjaman yang mereka danai,” ungkap CEO MEKAR Pandu Aditya Kristy dalam siaran pers, Kamis (26/3).

Dia menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tercapai berkat strategi mitigasi risiko yang solid yang selama ini dijalankan. Langkah mitigasi risiko yang dilakukan, mulai dari melakukan seleksi yang ketat, baik terhadap peminjam maupun terhadap koperasi-koperasi simpan pinjam yang menjadi mitra penyalur pinjaman.

“Kami juga memberikan perlindungan ganda atas dana yang dikucurkan oleh lendernya. Apabila terdapat peminjam yang mengalami gagal bayar, koperasi yang menyalurkan pinjaman tersebut tetap harus membayarkan kembali pokok pinjaman kepada lender. Inilah lapisan perlindungan pertama terhadap dana lender,” tutur dia.

Lapisan perlindungan kedua yang disediakan MEKAR berupa fasilitas asuransi kredit yang melindungi hingga 80 persen dari dana lender. Fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma tanpa adanya tambahan biaya premi yang dibebankan kepada lender.

â&;&;Berkat strategi mitigasi risiko yang sangat mumpuni ini, kami berhasil membangun MEKAR menjadi platform P2P lending yang relatif aman dengan performa yang sangat baik tanpa adanya kegagalan bayar kepada lender kami,â&;&; tutup Pandu.