Indonesia Properti Expo Berikan Kemudahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah Memiliki Rumah

Indonesia Properti Expo Berikan Kemudahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah Memiliki Rumah

Terbaiknews - Marketing Familia Urban saat menjelaskan kepada pengunjung mengenai perumahan Familia Urban milik PT Timah Properti pada acara Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Center (JCC)Jakarta PusatKamis (27/9/2018). Familia Urban menyediakan rumah tapak atau landed house sebagai fasilitas penunjang yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk bergerak dan bersosialisasidan juga sebagai pilihan yang paling baik untuk tinggal. Tribunnews/Jeprima 

, JAKARTA -  PT. Adhouse Clarion Events kembali menggelar pameran Indonesia Properti Expo yang diselenggarakan pada 16-24 November 2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Pameran properti ini merupakan gelaran ke 37 kalinya dan didukung oleh Kementerian BUMN Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, DPD REI DKI Jakarta dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, sebagai Official Bank Partner.

Setelah dipercaya telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pasar properti Indonesia selama bertahun-tahun Indonesia Properti Expo kali ini optimis dapat membantu kenaikan pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu terakhir.

“Kami optimis acara kali ini bisa menjadi titik balik perkembangan pasar properti. Acara ini akan diramaikan oleh banyak pengembang properti, mulai dari perumahan subsidi, apartemen hingga perumahan eksklusif, seperti Metropolitan Land, Rancamaya dan Riscon” ujar Gad Permata, Vice President PT. Adhouse Clarion Events, selaku penyelenggara Indonesia Properti Expo di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Hal ini didukung oleh pernyataan Arvin F. Iskandar selaku Sekretaris Jendral dari DPD REI Jakarta, tahun 2019 dirasa menjadi titik balik dari perubahan nasib pasar properti.

Baca: Properti Pelantikan Presiden 2019 | 2024 Menghiasi Area Dalam Kompleks Parlemen

Berkembangnya fasilitas KPR dengan suku bunga menurun dan bertambahnya jumlah pengembang subsidi pun menjadi energi tambahan bagi industri ini dan diprediksi dapat menjadi pilihan baru bagi para target industri dan pengembang.

“Kenaikan harga di pasar 0,4 persen dan realisasi penjualan yang meningkat 20 persen dalam sektor perumahan mengindikasikan bahwa penyerapan pasar cukup baik dan akan terus membaik hingga beberapa waktu ke depan” lanjut Arvin.

Perkembangan besar pun optimis disampaikan oleh Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Drs H. Agusny Gunawan.

Ia mengatakan, pameran seperti Indonesia Properti Expo ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah untuk memiliki rumah, karena pada kegiatan ini hadir 35 pengembang subsidi dengan total proyek sebanyak 55 proyek turut membantu perkembangan pasar properti lewat edukasi satu tempat mengenai penyediaan properti.

Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah menyalurkan 644.067 unit rumah atau setara dengan 43.21 triliyun. Selain itu, banyak pilihan yang tersaji dalam satu tempat membuat para calon pemilik properti dapat membandingkan langsung dengan lebih mudah dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta kemampuan.

Baca: Dua Orang Ini Lakukan Transaksi Jual Beli Sabu di Perumahaan Dosen