Hingga September 2019, Rasio Elektrifikasi Mencapai 98,86 Persen

Hingga September 2019, Rasio Elektrifikasi Mencapai 98,86 Persen

Terbaiknews - Petugas saat melakukan pengecekan pasokan listrik di Gedung MekanikKompleks ParlemenSenayanJakarta PusatJum'at (18/10/2019). PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya)memastikan pasokan listrik Gedung DPR - MPR RI tak akan terganggu semasa gelaran acara kenegaraan Pelantikan Presiden 2019 - 2024 pada Minggu20 Oktober mendatang. Tribunnews/Jeprima 

, JAKARTA - Hingga September 2019, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan rasio elektrifikasi 98,86 persen. Artinya, sebanyak 98,86 rumah tangga di seluruh Indonesia sudah teraliri listrik.

Direktur Pembinaan Program dan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu, mengatakan pencapaian itu naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 98,3 persen.

"Hingga triwulan III rasio elektrifikasi sudah mencapai 98,86 persen, ada peningkatan sebelumnya 98,3 persen," kata dia di kantor Ditjen Ketenagalistrikan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Secara rinci, per Rumah Tangga (RT) yang tercatat sebanyak 68.516.427 unit rumah. Sementara yang sudah dialiri listrik sebanyak 68.037.004 unit rumah.

Dia menyebutkan beberapa daerah yang tingkat rasio elektrifikasinya lebih rendah, di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Mentawai, Kalimantan Barat dan Kalimatan Tengah.

Pemerintah menargetkan pada akhir Desember 2019 realisasi elektrifikasi bisa mencapai 99,23 persen.

"Target kita tahun ini capai 99,23 persen sesuai dengan target pemerintah," pungkasnya.