Pagi Ini, IHSG Dibuka di Zona Hijau

Pagi Ini, IHSG Dibuka di Zona Hijau

Terbaiknews - KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal...

, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2020).

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.111,01 atau naik 5,86 poin (0,11 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.105,15.

Sebanyak 177 saham melaju di zona hijau dan 82 saham di zona merah. Sedangkan 143 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 746,7 triliun dengan volume 1,03 miliar saham.

IHSG Berpeluang Melemah di Akhir Pekan, Ini Rekomendasi Sahamnya

Indeks saham Asia positif, dengan kenaikan indeks Hang Seng Hong Kong 0,81 persen, indeks Nikkei 0,07 persen, indeks Strait Times 0,58 persen, dan indeks Shanghai Komposit 0,14 persen.

Sebelumnya, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, peluang IHSG melemah terjadi karena investor berpeluang melakukan aksi profit taking lagi.

Selain itu, penurunan indeks juga terdorong oleh sentimen bursa saham AS yang yang kemarin ditutup negatif.

“Kalau kita lihat IHSG masih berpeluang turun ya, aksi profit taking menjadi hal yang utama menekan indeks. Yang kedua, Dow Jones kembali jatuh di bursa saham AS,” kata Hans kepada Kompas.com.

Ditutup di Zona Merah, IHSG Anjlok 1,37 Persen

Hans mengatakan, melemahnya indeks Wall Street terjadi karena harapan akan paket stimulus yang bisa membantu perekonomian AS masih belum disepakati. Kemudian terjadi penurunan pada saham teknologi di AS sebagai akibat dari Uni Eropa yang mulai membatasi saham big teknologi.

Kemarin, indeks saham acuan teknologi AS Nasdaq turun 0,47 persen, disusul oleh indeks SP 500 yang turun 0,15 persen, kemudian indeks Dow Jones juga turun 0,06 persen.

Demikian juga dengan, indeks saham Eropa yang kemarin ditutup negatif dengan penurunan indeks FTSE 1,73 persen, dan indeks Xetra Dax 2,49 persen.

COVID-19 Detais Indonesia