Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Terbaiknews - - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakanpenerapan strategi baru di bidang pemasaran...

, - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, penerapan strategi baru di bidang pemasaran sangat penting di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Pemasaran harus beralih ke ' go virtual’ dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

“Sehingga memastikan bahwa bisnis perusahaan dapat dijangkau secara daring dan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat," ujar Agus dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2020).

Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Beberapa strategi lainnya, yakni dengan mengedepankan empati dalam melakukan komunikasi pemasaran dengan masyarakat, serta mengoptimalkan platform multimedia untuk memberikan informasi dan menjawab keluhan.

Ia mengatakan, dalam kondisi pandemi saat ini, diperlukan kemampuan untuk mengubah momentum krisis menjadi kesempatan.

Menurutnya ada beberapa peluang dapat ditindaklanjuti oleh para pelaku usaha, diantaranya pertumbuhan nilai perdagangan produk potensial baru, serta relokasi pusat-pusat industri dan investasi global sebagai dampak pandemi di sejumlah negara industri.

Selain peluang untuk transformasi digital dan perkembangan teknologi informasi, juga pemanfaatan potensi pasar di kawasan potensial, seperti Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah.

Riset: 9 Persen UMKM yang "Go Digital" Catat Kenaikan Omzet saat Pandemi

"Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, perlu langkah-langkah yang luar biasa. Akselerasi, inovasi, dan kolaborasi sangat dibutuhkan untuk dapat bertahan di kondisi yang tidak biasa ini," jelas Agus.

Dia mengatakan, Kemendag telah menyusun rencana aksi yang tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Perdagangan 2021 sebagai upaya meningkatkan ekspor dan menguatkan pasar dalam negeri.

Sejumlah langkah yang akan dilakukan pada tahun depan, antara lain partisipasi pada World Expo di Dubai, pendirian pusat ekspor, pelaksanaan negosiasi perdagangan, revitalisasi pasar, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Selain itu, juga terus berupaya meningkatkan perlindungan konsumen dengan edukasi dan pengawasan barang beredar, serta melaksanaan proyek integrasi gudang sistem resi gudang (SRG) dengan sistem manajemen pergudangan (Warehouse Management System/WMS).

COVID-19 Detais Indonesia