HIPMI: Jangan Pengusaha Asing Saja yang Eksis di Industri Migas

HIPMI: Jangan Pengusaha Asing Saja yang Eksis di Industri Migas

Terbaiknews - KOMPAS.com - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ingin pengusaha...

, KOMPAS.com - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ingin pengusaha muda masuk ke industri minyak dan gas (migas).

"Karena agar ada transfer knowledge. Jangan sampai pengusaha asing saja yang eksis, harus ada regenerasi pengusaha migas baru," ujar Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (5/2).

"Kita perlu lahirkan Medco-Medco baru dari dalam negeri," sambungnya.

Ia mengatakan, ada berbagai program Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan para kontraktor kerja sama yang akan coba direalisasikan di 2021.

Sucorinvest Asset Management Hentikan Sementara Penjualan Dua Reksadana

Program tersebut mulai dari pengeboran masif di wilayah kerja rokan yang akan berakhir di Agustus 2021, pengeboran sebanyak 616 sumur di 2021 hingga pencapaian target Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) barang dan jasa di tahun 2021 sebesar 57 persen.

Dari rencana belanja KKKS sebesar 6 miliar dollar AS, terdapat 57 persen yang diprioritaskan kepada industri dalam negeri. Nilainya diperkirakan akan mencapai angka sebesar 3,4 miliar dollar AS, atau setara dengan Rp 48,5 triliun (kurs Rp 14.000).

"Jangan dilakukan oleh pengusaha-pengusaha asing, potensial angka tersebut dari procurement list yang sudah disampaikan oleh SKK itu harus dikolaborasikan oleh pengusaha-pengusaha lokal dan daerah agar ada pemerataan ekonomi," ungkapnya.

Sementara terkait pencapaian target TKDN, HIPMI menilai kian kompleks karena pemerintah sedang diminta untuk melakukan efisiensi. Hal ini membuat industri atau perusahaan dalam negeri harus menjadi semakin efisien dalam memproduksi barang-barang yang dihasilkan.

Dalam mempercepat proses pengembangan industri atau perusahaan dalam negeri, HIPMI menilai dibutuhkan peran lebih dari BKPM bersama-sama dengan SKK Migas dan didukung oleh stakeholder lainnya.

"Peran BKPM, SKK Migas dan para stakeholder lainnya serta dukungan dan niat baik dari para pelaku bisnis di BUMN dan swasta inilah yang perlu kita tunggu," pungkasnya.

PHRI: Jika Lockdown Akhir Pekan Diterapkan, Ratusan Restoran Akan Tutup Permanen Tiap Bulan