BCA Siapkan Belanja Modal Rp 5,2 Triliun pada Tahun Ini

BCA Siapkan Belanja Modal Rp 5,2 Triliun pada Tahun Ini

Terbaiknews - - PT Bank Central Asia Tbk menyiapkan belanja modal Rp 5,2 triliun tahun ini. Jumlahnya meningkat...

, - PT Bank Central Asia Tbk menyiapkan belanja modal Rp 5,2 triliun tahun ini. Jumlahnya meningkat sekitar 200 miliar dari Rp 5 triliun pada tahun 2020.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, perseroan belum spesifik menganggarkan peruntukkan belanja modal dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tersebut.

Pasalnya masih banyak ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Namun yang pasti, akuisisi tidak akan menjadi rencana perseroan tahun ini.

Baca juga:BCA Estimasi Kredit Tumbuh 4-6 Persen Sepanjang 2021

"Untuk akuisisi saya kira enggak, ya. Karena dengan adanya ketentuan OJK bahwa modal inti BUKU I, II, dan III akan diatur lagi, saya kira konsolidasi bank akan otomatis akan berjalan sendirinya. Kita enggak ada plan untuk akuisisi bank di tahun 2021," kata Jahja dalam paparan kinerja BCA secara virtual, Senin (8/2/2021).

Sementara itu, Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim menambahkan bank swasta dengan kapitalisasi terbesar di bursa ini bakal membangun sebuah pusat data (data center) tambahan di bidang tanah seluas 2 hektar.

Pusat data itu bakal dibangun di Cikarang, melengkapi 3 pusat data yang sudah dimiliki BCA. Estimasinya, pembangunan bakal rampung dalam 2 tahun ke depan.

Selain pusat data, pihaknya pun akan me-launching layanan customer service HaloBCA di Semarang yang rencananya bisa beroperasi tahun ini.

"HaloBCA Kita ada satu di Jakarta, tahun ini kita ekspansi lagi di Semarang. Tahun ini sudah akan beroperasi. Ini akan melengkapi layanan kepada nasabah yang lebih naik lagi," pungkasnya.

Baca juga:Selama 10 Tahun Pemerintah Sudah Suntik Modal BUMN Rp 186 Triliun

Sebagai informasi, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp 27,1 triliun sepanjang 2020. Laba bersih itu turun sebesar 5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 28,6 triliun di tahun 2019.

Penurunan laba disebabkan oleh biaya pencadangan yang lebih tinggi untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas aset akibat pandemi Covid-19.

Tercatat, bank bersandi BBCA itu biaya pencadangan sebesar Rp 11,6 triliun, atau naik 152,3 persen (yoy).

COVID-19 Detais Indonesia