Awas, Ini Akibatnya kalau Anda Kerja Keras bagai Kuda

Awas, Ini Akibatnya kalau Anda Kerja Keras bagai Kuda

Terbaiknews - KOMPAS.com - Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Pun dengan bekerja. Kerja keras...

, KOMPAS.com - Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Pun dengan bekerja. Kerja keras bagai kuda, sampai lupa waktu dan keluarga.

Sebenarnya bekerja keras tidak masalah. Ada tipe orang yang memang workaholic. Selalu pulang belakangan di kantor. Weekend atau hari libur tetap bekerja.

Pokoknya hidupnya selalu kerja, kerja, dan kerja. Lalu sampai kapan Anda mau memforsir diri Anda untuk pekerjaan? Sementara hidup tidak melulu soal urusan kerja.

Anda punya keluarga dan kehidupan pribadi yang perlu juga diperhatikan. Biar hidup seimbang. Jangan cuma asyik mengejar karier tanpa henti.

Ini namanya Anda sudah bekerja berlebihan. Melebihi waktu idealnya. Setiap hari selalu lembur, meskipun pekerjaan telah selesai.

Awas, bekerja terlalu keras berbahaya. Bukan saja mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga mental bisa terganggu. Apa saja bahaya kerja berlebihan? Berikut ulasannya seperti dikutip dari Cermati.com.

Sucorinvest Asset Management Hentikan Sementara Penjualan Dua Reksadana

1. Menjauhkan yang dekat

Bekerja terlalu keras membuat Anda menghabiskan waktu setiap hari di kantor. Hanya untuk kerja. Tanpa sadar, ini akan menjauhkan Anda dari keluarga, seperti istri atau suami, anak, orangtua, dan sahabat-sahabat Anda.

Bagaimana tidak? Komunikasi Anda dengan mereka pasti akan berkurang karena tertalu sibuk dengan pekerjaan. Coba introspeksi diri?

Apa Anda mengetahui kabar mereka? Apakah mereka baik-baik saja? Jika Anda tidak mengetahuinya, berarti pertanda bahwa Anda menjauh dari mereka. Itu karena pekerjaan Anda.

Bila memang kondisinya saat ini demikian, mulai sekarang berubah. Jika pekerjaan sudah selesai, segera pulang. Atau bila jam kerja sudah usai, pulang tepat waktu.

Ada keluarga yang menanti. Jika keluarga Anda jauh di luar kota atau luar negeri, sempatkanlah untuk menghubungi mereka. Apakah itu lewat telepon, SMS, atau video call.
Jangan sampai hubungan Anda dengan orang-orang terdekat menjadi renggang. Bahkan lebih buruk lagi, Anda melupakan mereka hanya karena pekerjaan.

Hilang pekerjaan masih bisa dicari, tetapi kehilangan keluarga dan sahabat tidak akan terganti.

Terjerat Utang Saat Pandemi? Coba 3 Cara Ini