Warga Jakarta Masih Bisa Lihat Gerhana Matahari Secara Daring

Warga Jakarta Masih Bisa Lihat Gerhana Matahari Secara Daring

Terbaiknews - Gerhana matahari sebagian diabadikan dari atas gedung Pusat Penelitian Tsunami dan Mitigasi Bencana Ulee LheuBanda AcehAcehpada 2019. (Irwansyah Putra/Antara)

â&;&;Warga Jakarta yang wilayah geografisnya tidak memungkinkan untuk menyaksikan fenomena gerhana matahari sebagian masih bisa tetap melihat kejadian astronomi tersebut secara daring melalui sosial media ataupun laman resmi institusi bersangkutan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyiarkan proses gerhana matahari parsial yang bisa disaksikan di beberapa wilayah Indonesia melalui laman www.bmkg.go.id/GMC.

BMKG akan melakukan pengamatan gerhana matahari sebagian bersama UIN Walisongo Semarang di Masjid Agung Jawa Tengah. Fase awal gerhana akan terjadi pukul 15.09.12 WIB, fase tengah pada 15.17.41 WIB, dan akhir gerhana pada 15.26.21 WIB. Durasi gerhana tersebut berlangsung selama 17 menit 9 detik.

Selain BMKG, institusi lain yang menyediakan siaran langsung proses gerhana matahari, yaitu Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melalui akun media sosial Instagram @lapanpontianak atau akun media sosial YouTube BPPA Pontianak.

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan, Indonesia hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian, saat sejumlah negara lain bisa menyaksikan gerhana matahari cincin (GMC). â&;&;Akan terjadi gerhana matahari cincin tanggal 21 Juni, tapi tak terlihat dari wilayah Indonesia. Indonesia hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian dari wilayah utara Indonesia,â&;&; kata Rhorom seperti dilansir dari Antara pada Minggu (21/6).

Gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 21 Juni bisa disaksikan di negara Arab Saudi, Pakistan, India, Tiongkok, dan Taiwan. Rhorom mengatakan, gerhana matahari sebagian di Indonesia bisa diamati sekitar pukul 15.00 WIB. Di Sumatera, gerhana berlangsung pukul 14.30-15.30 WIB, sedangkan di Sulawesi, gerhana berlangsung sekitar 30 menit setelahnya.

Daerah yang bisa mengamati gerhana matahari itu yakni Medan, Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Bengkulu, Tanjung Pandan, Pontianak, Palangkaraya, Balikpapan, Banjarmasin, Tarakan, Palu, Gorontalo, Manado, Makassar, Polewali, Kendari, Ternate, Ambon, Manokwari, dan Jayapura.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika piringan matahari tertutup piringan bulan dan tersisa bagian tepi yang tak tertutup. Hal itu terjadi karena posisi pengamat, bulan, dan matahari hampir segaris. Saat itu, bulan sedikit lebih jauh dari bumi, sehingga tampak lebih kecil dan tak bisa menutupi seluruh piringan matahari. Untuk melihat gerhana matahari diwajibkan menggunakan filter khusus yang dapat menapis 99,999 persen cahaya matahari yang membahayakan mata. Kacamata las juga dapat dipakai untuk mengamati gerhana matahari.

â&;&;Yang paling aman adalah melihatnya dari layar HP (handphone) atau komputer dengan cara mencari pengamat yang melakukan video streaming, melalui YouTube misalnya,â&;&; tutur Rhorom.

Dia menambahkan, Indonesia diperkirakan akan dapat menyaksikan penuh gerhana matahari cincin pada 2031. Dalam dua dekade mendatang yakni periode 2021â&;&;2040, gerhana matahari cincin lebih sering terjadi di sekitar Amerika Latin.â&;&;Wilayah Indonesia baru akan kebagian gerhana matahari cincin pada 21 Mei 2031,â&;&; kata Rhorom.

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lapan Emanuel Sungging Mumpuni menuturkan, untuk gerhana matahari cincin pada 21 Juni, hanya bisa diamati secara parsial dari sebagian wilayah di Utara Indonesia. Di Bandung bisa diamati bahwa mulai parsial gerhana matahari cincin sekitar pukul 10.45 WIB, puncak di 13.40 WIB, dan berakhir pukul 16.34 WIB. â&;&;Wilayah Indonesia hanya sekitar 20 persen parsial,â&;&; tutur Emanuel Sungging Mumpuni.

Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia mengimbau masyarakat di daerahnya mengalami fenomena alam gerhana matahari cincin untuk melaksanakan salat gerhana dan berdoa agar wabah Covid-19 di Indonesia segera berakhir. Dalam edaran infografis Kementerian Agama disebutkan umat Islam di daerah gerhana dan aman dari Covid-19 diimbau untuk melakukan salat sunah gerhana dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Saksikan video menarik berikut ini: