Vaksin Tahap I Sudah Datang di Sidoarjo, Masih Kurang 4.720 Dosis

Vaksin Tahap I Sudah Datang di Sidoarjo, Masih Kurang 4.720 Dosis

Terbaiknews - SIAP DIPAKAI: Vaksin produksi Sinovac yang tiba di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam tiga kotak besar langsung dipindahkan ke tempat khusus berpendingin. Vaksin yang dikirim dari kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur itu digunakan untuk vaksinasi tahap pertama. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

– Vaksinasi tahap pertama segera dimulai. Rabu (13/1) 4 ribu vaksin tiba di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo. Vaksin yang dibawa dengan mobil boks berpendingin tiba di kantor dinkes sekitar pukul 12.15. Mobil tersebut dikawal ketat. Ada dua mobil barakuda di depan dan belakangnya. Personel kepolisian lebih dari 25 orang.

Sebagian dilengkapi dengan senjata laras panjang. Setelah diturunkan dari kendaraan, vaksin yang berada dalam tiga tempat langsung masuk ke ruang vaksin. Dimasukkan ke kotak penyimpan agar aman. Vaksin tersebut juga dijaga polisi.

Target utama vaksin adalah tenaga kesehatan (nakes). Ada 11.200 tenaga kesehatan di Sidoarjo, tapi jatah vaksin perdana 8.720. Dari jumlah tersebut, baru 4 ribu vaksin yang datang. Masih kurang 4.720 dosis yang rencananya dikirim pekan ini.

Dinkes pun bakal meminta tambahan vaksin untuk nakes sesuai dengan jumlah mereka. Dinkes provinsi telah mengetahui bahwa jumlah nakes di Sidoarjo lebih banyak daripada jatah vaksin tahap pertama.

’’Vaksin tahap kedua diperkirakan datang Mei atau Juni nanti,’’ kata Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman.

Vaksin tersebut digunakan untuk memenuhi kekurangan nakes maupun pejabat pemerintahan. Sementara itu, vaksin bagi warga diperkirakan tiba pada Oktober mendatang.

Syaf menyatakan, nakes yang divaksin harus melakukan verifikasi ulang. Meskipun terdaftar sebagai penerima vaksin, mereka wajib melakukan verifikasi.

Hal itu diperlukan untuk menentukan kapan mereka divaksin dan di mana tempatnya. Tujuannya, memastikan para nakes benar-benar siap divaksin.

Nakes yang berhasil melakukan verifikasi bakal mendapat nomor dan barcode (kode batang) yang digunakan sebagai pencocokan data saat vaksinasi.

Di Sidoarjo ada 52 titik vaksinasi. Mulai RSUD Sidoarjo, 26 puskesmas, hingga beberapa klinik serta rumah sakit lain. Nakes dapat memilih 52 tempat tersebut sebagai lokasi vaksinasi.

’’Jumat (15/1) vaksinasi pertama untuk 10 orang di RSUD Sidoarjo,’’ ucap Syaf.

Meski bukan nakes, 10 orang terpilih itu terverifikasi untuk mendapat vaksin. Termasuk Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono. Mereka berhak mendapatkan vaksin Sinovac produksi Tiongkok.

Setelah 10 orang divaksin, hari berikutnya giliran para nakes. Sebagian nakes terverifikasi untuk divaksin pada Sabtu nanti (16/1).

Pihak RSUD Sidoarjo pun telah menyiapkan tempat untuk vaksinasi. Kemarin dinkes melihat tempat tersebut. Tempat vaksinasi di lantai 4 gedung hemodialisis siap digunakan.

Korban Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Co-Pilot dan 2 Penumpang

Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan menyatakan, pihaknya telah menyediakan hall yang sesuai dengan protokol kesehatan. Tempat itu dilengkapi kamar mandi dan ruang emergency. Termasuk peralatan, obat, serta sarpras vaksinasi dan emergency kit. Juga tersedia kulkas untuk penyimpan vaksin.

’’SDM pemberi vaksin terlatih minimal empat orang,’’ jelas Syaf.

Di ruangan tersebut ada empat meja yang berurutan. Yakni, meja verifikasi, skrining, vaksinasi, dan observasi pascaimunisasi. Semua meja tertata rapi dan tersedia tulisan jelas di atasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

COVID-19 Detais Indonesia