Tak Ada Ganjil-Genap, Jalur Puncak Wajib Tunjukkan Surat Antigen

Tak Ada Ganjil-Genap, Jalur Puncak Wajib Tunjukkan Surat Antigen

Terbaiknews - Polres Bogor gelar operasi yustisi di GadogCiawiKabupaten BogorSabtu (6/2). (Pemkab Bogor/Antara)

–Kapolres Bogor AKBP Harun menegaskan, meski tak menerapkan sistem ganjil-genap di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, warga yang masuk ke jalur tersebut wajib menunjukkan hasil rapid test antigen.

”Yang kami tekankan di sini adalah rapid antigen. Karena yang menggunakan pelat nomor ganjil ataupun genap itu belum tentu mereka tidak terkonfirmasi positif,” ungkap Harun seperti dilansir dari Antara di Gadog, Ciawi, Bogor, Sabtu (6/2).

Menurut dia, tak sedikit warga yang mengira Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menerapkan ganjil-genap seperti Pemkot Bogor. Hal itu terlihat dari banyaknya kendaraan pada Sabtu (6/2) bernomor polisi genap.

”Banyak yang menggunakan pelat nomor genap seperti tanggal sekarang ini (6/2). Mungkin mereka beranggapan dengan berpelat nomor genap sudah aman. Tapi justru di Kabupaten Bogor wajib menunjukkan surat rapid antigen,” tutur Harun.

Harun menyebutkan, kebijakan mengenai wajib menunjukkan surat antigen ketika memasuki wilayah Kabupaten Bogor diterapkan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

”Kalau tidak menunjukkan surat antigen kita putar balikkan. Tadi sudah hampir 70 persen kita putar balik yang tidak membawa surat antigen,” terang Harun.

Menurut dia, aturan tersebut berlaku di setiap wilayah Kabupaten Bogor. Namun pemeriksaannya dimasifkan di Jalur Puncak. Sebab, kawasan tersebut kerap menjadi primadona para pelancong.

Bupati Bogor Ade Yasin mengambil langkah PPKM sejak 11 Januari hingga 8 Februari sebagai upaya menekan angka Covid-19 di Kabupaten Bogor.

”Pemerintah niatnya baik. Kami juga harus terus menyosialisasikan protokol kesehatan. Karena kita belum tahu sampai kapan pandemi ini berlangsung. Sementara, ruang isolasi dan rumah sakit mulai penuh,” kata Ade Yasin.

Saksikan video menarik berikut ini: