Swing Voter Pilwali Medan 41,7 Persen, Menantu Jokowi Ungguli Petahana

Swing Voter Pilwali Medan 41,7 Persen, Menantu Jokowi Ungguli Petahana

Terbaiknews - TINJAU PASAR: Cawali Medan Bobby Nasution saat meninjau pasar tradisional di Kota MedanSenin (26/10). (For JawaPos.com)

– Masyarakat Medan masih banyak belum menentukan pilihan pasangan calon wali kota-wakil wali kota di Pilkada 2020. Berdasar hasil survei Lembaga Survei dan Sosialisasi (LSS) UINSU Medan, pemilih ragu-ragu atau swing voter dengan angkanya mencapai 41,7 persen.

Sementara untuk pemilih yang sudah menentukan pilihannya, pasangan calon nomor 2 Bobby Nasution-Aulia Rachman mengungguli pasangan calon nomor urut 1 Akhyar-Salman Alfarisi.

Direktur Eksekutif LSS UINSU Medan Salahuddin Harahap menyatakan bahwa masyarakat Medan yang sudah punya hak pilih masih ragu-ragu dalam menentukan pilihannya. Mereka itu tergolong dalam swing voter.

“Pemilih ragu-ragu berada pada angka 41,7 persen, angka yang cukup besar untuk menjadi perhatian kandidat,” kata Salahuddin Harahap di Kota Medan, Senin (26/10).

Adapun survei yang digelar LSS UINSU berlangsung dari 21-23 Oktober 2020 dengan metode multistage random sampling. Survei tersebut memakai 408 responden. Margin of error sebesar kurang dari 5 persen.

Lebih jauh Salahuddin mengatakan 6,1 persen responden menyatakan diri sebagai golput.

Sementara untuk tingkat eletabilitas dua paslon di Pilwali Medan,
Bobby-Aulia mengungguli rivalnya sang petahana, Akhyar-Salman. Menantu Presiden Jokowi itu meraih 31,4 persen dan Akhyar-Salman 20,8 persen.

“Modal elektoral yang dimiliki pasangan Bobby-Aulia tersebut membuat pesaingnya Akhyar-Salman memerlukan usaha ekstra untuk mengejar. Apalagi kontestasi Pilkada Kota Medan hanya menyisakan sekitar 35 hari ke depan,” imbuh Salahuddin Harahap.

Salahuddin menyebut, mayoritas masyarakat Medan atau 60,4 persen mengharapkan wali kota-wakil wali kota Medan periode 2020-2025 mampu membuka lapangan kerja seluas luasnya.

Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus (BPS) terakhir.

Sementera stratifikasi populasi pemilih dikelompokkan berdasar lingkungan di kelurahan Kota Medan yang diambil secara acak (random).

“Selanjutnya sampel dipilih secara berjenjang di masing-masing strata kelurahan dan lingkungan,” kata Salahudin Harahap.

Saksikan video menarik berikut ini:

COVID-19 Detais Indonesia