Sudah 4 Korban Sriwijaya Air yang Teridentifikasi Lewat Sidik Jari

Sudah 4 Korban Sriwijaya Air yang Teridentifikasi Lewat Sidik Jari

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Kepala Pusat (kapus) Indonesia Automatic Fingerprint Identification System...

Jakarta, IDN Times - Kepala Pusat (kapus) Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Bareskrim Polri, Kombes Pol. Hudi Suryanto mengatakan, hingga Selasa (12/1/2021) terdapat empat korban pesawat Sriwijaya Air SJY 182 yang berhasil diidentifikasi lewat sidik jari.

Keempat jenazah itu adalah Kopilot Nam Air Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Khasanah yang teridentifikasi hari ini, dan pramugara Nam Air Okky Bisma yang teridentifikasi kemarin, Senin (11/1/2021).

“Alhamdulillah semuanya dari sidik jari, tapi kan kita rekonsiliasi, ketika sidik jari tunjukkan nama si A, properti yang dibawa si A contoh cincin, dan itu dikumpulkan di antemortem dan postmortem. Itu ditunjukkan kepada kita kalau dia memakai ini. Itu proses dicocok- cocokkan,” kata Hudi di RS Polri, Jakarta Timur.

Hudi menjelaskan, sidik jari adalah proses yang paling mudah dalam mengidentifikasi bagian jenazah. Berbeda dengan mengidentifikasi jenazah melalui DNA yang memakan waktu maksimal sepuluh hari.

“Kalau DNA itu kan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Artinya begini, kalau sudah tidak pakai sidik jari, baru pakai DNA, karena DNA itu butuh waktu lama, sementara sidik jari hitungan menit saja. Begitu jenazah kita periksa sidik jarinya, kita tempelkan hitung menit saja sudah keluar begitu. Tergantung juga database nya, kalau database di dukcapil kuat, itu juga langsung connect,” kata Hudi.

Meski begitu, Hudi menegaskan bukan berarti DNA tidak dipakai setelah teridentifikasi. DNA tetap dipakai sebagai penguat saat jenazah teridentifikasi lewat sidik jari.

“Nanti ketika DNA sudah berjalan, seminggu atau dua minggu keluar hasil dari DNA, menunjukkan identitas yang sama, itu menunjukkan satu kekuatan identifikasi lagi. Jadi bukan hanya satu cara identifikasi seseorang itu,” kata dia.

COVID-19 Detais Indonesia