Stageof Banjarnegara Lakukan Pengamatan Gerhana Matahari Cincin

Stageof Banjarnegara Lakukan Pengamatan Gerhana Matahari Cincin

Terbaiknews - Ilustrasi gerhana matahari cincin. (Dokumen Antara )

â&;&;Stasiun Geofisika (Stageof) Banjarnegara, Jawa Tengah, melakukan pengamatan terhadap fenomena gerhana matahari cincin dengan menggunakan alat teleskop pada Minggu (21/6). Namun fenomena alam itu tidak bisa terlihat di wilayah tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie seperti dilansir dari Antara di Banjarnegara menjelaskan, hasil pengamatan menunjukkan gerhana matahari cincin tidak terlihat dari Banjarnegara meski cuaca cerah. Sebab, piringan matahari yang tergerhanai hanya sedikit, yakni kurang dari satu persen.

Dia menambahkan selain Banjarnegara, fenomena tersebut juga diprakirakan tidak terlihat dari kabupaten sekitar, seperti Banyumas, dan Purbalingga. Kendati demikian, masyarakat di wilayah lain di Jawa Tengah bisa menikmati fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi pada hari ini (21/6).

â&;&;Durasi terjadinya gerhana matahari tersebut bervariasi untuk tiap-tiap daerah. Namun, untuk menikmati fenomena itu harus pakai filter karena dikhawatirkan berbahaya bagi mata bila tanpa menggunakan pelindung atau pelapis,â&;&; kata Setyoajie Prayoedhie pada Minggu (21/6).

Sebelumnya, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan, ada 13 daerah di Jawa Tengah yang akan dilalui fenomena gerhana matahari tersebut, masing-masing Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Kudus, Jepara, Pati, Purwodadi, Sragen, Rembang, dan Blora. Peristiwa alam tersebut bisa mulai dinikmati sekitar pukul 14.59 WIB.

â&;&;Durasinya bervariasi antara 5 hingga 35 menit. Kabupaten Batang yang diprakirakan terjadi gerhana matahari mulai pukul 15.14 WIB dengan durasi sekitar 5 menit. Sementara Kabupaten Pati yang akan mulai terjadi gerhana pada pukul 15.01 WIB dengan durasi sekitar 35 menit,â&;&; kata Iis Widya Harmoko.

Gerhana matahari cincin merupakan fenomena yang terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan tepat segaris, sehingga piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari matahari. Pada saat mencapai puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, dimana gelap di bagian tengah dan terang di bagian tepi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Mahyudin mengajak masyarakat, pimpinan ormas Islam, dan pengurus masjid melaksanakan Salat Kusuf gerhana matahari di wilayah masing-masing. â&;&;Pelaksanaan Salat Kusuf bersamaan gerhana matahari disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19,â&;&; kata Mahyudin.

Menurut dia, pelaksanaan salat gerhana untuk Wilayah Riau dimulai pukul 13.53 WIB dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 14.57 WIB dan berakhir pada pukul 15.50 WIB.

Saksikan video menarik berikut ini: