Soal Kalah di Hasil Survei, Machfud Mengaku Tidak Ambil Pusing

Soal Kalah di Hasil Survei, Machfud Mengaku Tidak Ambil Pusing

Terbaiknews - Machfud Arifin dalam kunjungannya ke Tanah Kali Kedinding mengaku tidak begitu memikirkan hasil survei independen (Foto: Rafika Yahya/JawaPos.com)

JawaPos.com – Calon wali kota Surabaya Machfud Arifin menanggapi hasil survei independen dari Populi Center yang menyatakan pasangan calon nomor 1, Eri Cahyadi dan Armuji unggul 41 persen. Ia melihat survei independen harusnya tidak menjadi tolak ukur pemilihan.

“Survei tidak perlu dirisaukan. Saya tidak memikirkannya. Yang penting fokus bagaimana menyapa warga,” tuturnya ketika ditemui di Tanah Kali Kedinding pada Jumat (30/10).

Mantan Kapolda Jawa Timur ini bahkan tertawa ketika JawaPos.com menanyakan responnya terkait polling tersebut. Sebab, Ia mengaku tidak risau. “Saya nggak bingung. Nggak kaget lihatnya. Wong survei kayak gitu juga siapa yang bikin kan ya?” tanyanya.

Machfud menegaskan bahwa hasil survei tidak mempengaruhi dirinya. Sebab, 40 hari menjelang pemilihan pada 9 Desember, diirnya akan fokus menyapa seluruh warga. “Kita cuma punya 40 hari lagi untuk menyapa warga. Untuk mendengar aspirasi dan menemui warga. Kenapa harus pusing memikirkan hasil survei yang belum tahu benar atau tidaknya?” tegasnya.

Sehingga, Machfud mengaku tidak akan ambil pusing dengan hasil survei. Ia bahkan menyinggung pencopotan balihonya di berbagai tempat. “Saya nggak pusing. Saya tahu masyarakat Surabaya sudah cerdas dan bijak. Baliho saya sudah terpasang di hati masyarakat,” tukasnya.

Ketika ditanya soal perusakan baliho, Machfud menegaskan bahwa dirinya tidak risau. Bukan karena jumlah baliho yang banyak dan tersebar dimanapun, namun karena dirinya sudah dikenal masyarakat.

“Warga ini sudah pintar. Sudah tahu saya siapa dan bagaimana program saya ke depannya. Jadi saya nggak takut,” akunya.

Di sisi lain, Machfud mengaku akan terus mengenal masyarakat sebelum masa kampanye habis. Menurut survei independen dari Populi Center, publik lebih mengenal Machfud Arifin dengan persentase 74,0 persen. Kemudian Eri Cahyadi dengan 68,8 persen, Armuji dengan 55,0 persen dan Mujiaman Sukirno 50,2 persen.

Terkait hal tersebut, Machfud mengatakan wajar karena dirinya sudah menyapa warga sejak lama. “Sudah lama saya keliling mendengarkan warga. Banyak yang curhat dan saya dengarkan, saya tampung. Warga dari berbagai wilayah sudah saya temui. Saya senang kalau banyak dikenal. Artinya, publik bisa lebih tahu dan lebih mampu memilih,” tukas dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

COVID-19 Detais Indonesia