Sebanyak 5.830 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Ili Lewotolok

Sebanyak 5.830 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Ili Lewotolok

Terbaiknews - Gunung Api Ili Lewotolok mengeluarkan material vulkanik erupsi di Kabupaten LembataNTTMinggu (29/11). (Aken Udjan/Antara)

JawaPos.com – Sebanyak 5.830 warga di sekitar Gunung Ili Lewotolok mengungsi setelah terjadi erupsi sejak Senin (30/11). Ribuan masyarakat yang mengungsi akibat erupsi tersebut tersebar di 20 titik pengungsian.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mencatat sebanyak 5.830 jiwa mengungsi ke beberpa titik. Berdasarkan data per Selasa (1/12), pukul 15.00 WIB, aktivitas vulkanik berdampak pada 28 desa, di antaranya 17 desa di Kecamatan Ile Ape dan sembilan desa di Ile Ape Timur. BPBD mencatat 20 sebaran titik pengungsian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Selasa (1/12).

Raditya menuturkan, ribuan warga yang mengungsi tersebar di 12 pos titik pengungsian, diantaranya di Parak Walang 456 jiwa, aula Kelurahan Lewoleba Tengah 279 jiwa, Desa Tapolangu 287 jiwa, aula kopdit Ankara 169 jiwa, SMPN I Nubatukan 160 jiwa, pasar Lamahora 112 jiwa, SDI Lewoleba 82 jiwa, aula Kelurahan Lewoleba Timur 65 jiwa, aula Selandoro 50 jiwa dan BKD PSDM 46 jiwa.

Selain itu, pengungsian juga dilakukan warga ke rumah-rumah warga yang tersebar di beberapa desa, seperti Lewoleba Timur 1.042 jiwa, Selandoro 1.015 jiwa, Lewoleba Selatan 467 jiwa, Lewoleba 347 jiwa, Lewoleba Barat 286 jiwa, Lewoleba Tengah 286 jiwa dan Lewoleba Utara 105 jiwa.

“BPBD setempat membutuhkan dukungan berupa tenda pengungsian, air dan sanitasi, perlengkapan bayi dan balita, masker, termogan, selimut, alas tidur, terpa dan personel untuk pendampingan anak-anak,” ucap Raditya.

Untuk memastikan penanganan darurat, sambung Raditya, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung operasional BPBD setempat. Dia menyebut, pos komando juga telah dibentuk untuk memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik.

“Seperti dukungan penanganan warga yang mengungsi, pelayanan di pos pengungsian maupun logistik permakanan,” ujar Raditya.

Raditya tak memungkiri, hingga kini Gunung Ili Lewotolok masih mengalami erupsi lsekitar pukul 05.13 waktu setempat. Tinggi kolom abu vulkanik teramati 800 meter di atas permukaan.

Gunung Api IIi Lewotolok Kembali Erupsi

“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 30 detik,” ungkap Raditya.

Terkait dengan aktivitas vulkanik ini, kata Raditya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan para
wisatawan agar tidak berada atau beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah gunung dan di seluruh area dalam radius 4 kilometer dari puncak atau pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

“Status vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT ini, berada pada status Level III atau siaga,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

COVID-19 Detais Indonesia