Satu Tewas dan Satu Masih Dicari akibat Tanah Longsor di Kota Semarang

Satu Tewas dan Satu Masih Dicari akibat Tanah Longsor di Kota Semarang

Terbaiknews - Banjir merendam Jalan Raya Arteri Soekarno-HattaSemarangJawa TengahSabtu (6/2). (Aji Styawan/Antara)

–Satu orang tewas akibat tanah longsor yang menimpa empat rumah di RT03/RW01, Kampung Jomblangsari, Kota Semarang. Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota Jawa Tengah itu, sejak Jumat (5/2) hingga Sabtu, menyebabkan tanah longsor.

Sekretaris BPBD Kota Semarang Winarsono seperti dilansir dari Antara di Semarang mengatakan, korban tewas seorang perempuan salah satu penghuni rumah.

”Saat evakuasi ditemukan masih hidup. Dari laporan, meninggal saat dibawa ke rumah sakit,” kata Winarsono pada Sabtu (6/2).

Saat ini, lanjut dia, ada satu korban lagi yang diduga masih tertimbun dan dalam proses pencarian. Korban kedua, seorang laki-laki yang juga penghuni salah satu rumah yang tertimpa longsor.

Dari laporan yang diterima, menurut dia, hujan yang mengguyur dalam intensitas lama tersebut menyebabkan tanah longsor di 21 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Semarang. Selain itu, hujan juga menyebabkan banjir di berbagai titik di 10 kecamatan.

Genangan air menyebabkan pengguna jalan yang akan menuju ke kawasan Kota Lama Semarang terhambat. Genangan air dengan ketinggian 30 hingga 50 sentimeter merendam ruas jalan di sekitar Jalan Pemuda dan Agus Salim yang akan menuju Pasar Johar.

Genangan air di sebagian ruas Jalan Imam Bonjol juga menyebabkan akses menuju Kota Lama Semarang tidak bisa dilalui pengendara motor maupun mobil yang jarak ke tanahnya rendah.

Banjir juga melanda sejumlah pemukiman di wilayah Tlogosari dan Anjasmoro Semarang, serta akses Jalan Kaligawe Semarang.

Sementara itu, akibat luapan Sungai Bringin di Kelurahan Mangkang Wetan, banjir sempat merendam akses jalur Pantura di wilayah barat Kota Semarang itu.

Seorang warga Mangkang Wetan, Abdul Rauf mengatakan, air mulai meninggi mulai Subuh pada Sabtu (6/2). Selanjutnya, tak berapa lama air masuk ke rumah-rumah warga.

“Di jalur Pantura, ketinggian air sekitar lutut orang dewasa. Hanya kendaraan besar seperti truk yang berani melintas saat banjir menggenang,” kata Abdul Rauf.

Saksikan video menarik berikut ini: