RS Polri: DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air SJY 182 Belum Lengkap

RS Polri: DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air SJY 182 Belum Lengkap

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakanjumlah sampel DNA...

Jakarta, IDN Times - Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, jumlah sampel DNA keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 belum lengkap. Saat ini sudah terkumpul sebanyak 111 sampel DNA keluarga korban.

"Belum (lengkap sampel DNA), baru ada 45 (untuk jenazah) kurang 17," ujarRusdi di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (12/11/2021).

Rusdi menyebut dari ratusan sampel DNA itu dimungkinkan ada dua sampel yang diperuntukkan mengidentifikasi satu korban. Ia meminta keluarga korban dapat segera menyerahkan sampel DNA.

"Semakin banyak semakin baik nanti digunakan tim DVI untuk identifikasi terakhir. Sekarang masih bisa gunakan sidik jari maupun data-data yang lain," ujar dia.

Proses penyerahan sampel DNA tidak harus dilakukan di Jakarta dan Pontianak. Seluruh polda yang ada siap menerima DNA keluarga korban. Nantinya seluruh sampel DNA akan dipusatkan di RS Polri guna proses identifikasi.

Adapun identitas korban yang diperlukan dalam proses identifikasi antara lain data primer mulai dari nama, usia, jenis kelamin, hubungan keluarga, alamat, rumus sidik jari, gigi, dan DNA.

Serta data sekunder berupa foto terakhir korban, tampak gigi korban, ciri khusus seperti tato dan sebagainya, catatan medis (tinggi dan berat badan, bekas operasi, cacat bawaan), barang korban (pakaian yang dipakai, jam, cincin, kalung, anting, gigi palsu).

Bagi keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan SJY 182, bisa menghubungi hotline Sriwijaya Air di nomor 021 806 37817. Ada juga posko di Terminal 2D kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta juga membuka saluran khusus insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dan layanan psikologi bagi keluarga korban, dengan nomor hotline 0812 3503 9292.

https://www.youtube.com/embed/-u1Fra5h8uk

COVID-19 Detais Indonesia