Polri Sebut Alasan Brigadir AM Tembak Mahasiswa di Kendari karena Spontanitas

Polri Sebut Alasan Brigadir AM Tembak Mahasiswa di Kendari karena Spontanitas

Terbaiknews - Lima bintara polisi yang membawa senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendari menjalani sidang disiplin di Aula Dit Propam Polda SultraKamis (17/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

, JAKARTA - Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengungkapkan alasan Brigadir AM menembakkan peluru tajam dalam peristiwa tewasnya mahasiswa saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019 lalu.

Dia mengungkapkan, motif Brigadir AM menembakkan peluru tajam ke arah mahasiswa lantaran spontanitas semata.

Ia menyatakan, anggotanya semula bermaksud memberikan tembakan peringatan kepada pengunjuk rasa.

Loading...

"Itu spontan memberikan tembakan peringatan, tapi tidak memperhitungkan keselamatan," kata Dedi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Namun, Dedi menegaskan, penggunaan senjata api dalam pengamanan unjuk rasa tidak boleh dibenarkan dan menyalahi prosedur. Menurutnya, hal itu juga telah bertentangan dengan perintah petinggi polri.

"Sudah ada perintah langsung dari Kapolri setiap pengamanan unjuk rasa seluruh anggota polri tidak diperbolehkan membawa senjata api," ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi menambahkan, saat ini proses pidana Brigadir AM masih tengah diproses oleh Bareskrim Polri. Nantinya, Brigadir AM akan segera diterbangkan ke Jakarta.

"Pelanggaran disiplinnya sudah terbukti, sekarang pelanggaran pidananya sedang diproses. Hari ini untuk tersangka diterbangkan ke Bareskrim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepolisian RI menetapkan satu tersangka anggota polri yang diduga melakukan penembakan mahasiswa saat demonstrasi menolak revisi UU KPK dan RKUHP di kantor DPRD Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019 lalu.

Source :
Loading...

Berita terkini

Kritik Profesor Australia: Indonesia Susah Terima Perbedaan

Kritik Profesor Australia: Indonesia Susah Terima Perbedaan

Profesor Australia menilai masyarakat Indonesia terkesan khawatir terhadap perbedaan.

terkait

PDIP Tegaskan Tolak Amandemen Soal Masa Jabatan Presiden

PDIP Tegaskan Tolak Amandemen Soal Masa Jabatan Presiden

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di sela-sela Sekolah Pimpinan Dewan PDIP, di Wisma Kinasih, Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019). 

terkait

Pendaftaran CPNS 2019, Ini 10 Formasi yang Masih Belum Ada Pelamar hingga Hari ke-12

Pendaftaran CPNS 2019, Ini 10 Formasi yang Masih Belum Ada Pelamar hingga Hari ke-12

ilustrasi lowongan cpns 2019 

terkait

Indria: KKR dan Pengadilan HAM Harus Berjalan Beriringan

Indria: KKR dan Pengadilan HAM Harus Berjalan Beriringan

Indria Fernida. 

terkait

Satpol PP Bobol Bank DKI Rp 32 Miliar, Anies: Serahkan ke OJK dan Polisi

Satpol PP Bobol Bank DKI Rp 32 Miliar, Anies: Serahkan ke OJK dan Polisi

"Biar OJK yang bicara karena bank itu soal kepercayaan jadi saya harap nanti penjelasan dari OJK yang lebih solid," kata dia.

terkait

PDIP soal Stafsus Jokowi: Darah Muda Bikin Birokrasi Tak Kaku

PDIP soal Stafsus Jokowi: Darah Muda Bikin Birokrasi Tak Kaku

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayatmembantah anggapan yang menyebut...

terkait

Dubes: Indonesia punya tempat istimewa dalam pandangan Iran

Dubes: Indonesia punya tempat istimewa dalam pandangan Iran

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad mengatakan Indonesia memiliki...

terkait

Anies Izinkan PA 212 Gelar Reuni 212 di Monas

Anies Izinkan PA 212 Gelar Reuni 212 di Monas

PA 212 akan menggelar reuni di Monas (Dok JawaPos.com)

terkait