Polisi Tangkap Bandar dan Amankan 27 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Jakarta

Polisi Tangkap Bandar dan Amankan 27 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Jakarta

Terbaiknews - Ilustrasi barang bukti sabu (Hasti Edi/Jawa Pos)

– Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan Malaysia-Jakarta. Tiga orang sebagai bandar berhasil berhasil diciduk.

“Subdit II Psikotropika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku bandar narkotika jenis sabu dengan tiga tersangka,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, Sabtu (28/3).

Mereka yang ditangkap adalah JU, 52; MZ, 22; dan LOS, 48. Dari tangan mereka diamankan sabu seberat 27 kilogram. Nana menyebut penangkapan mereka bagian dari kasus serupa dengan tersangka EM yang ditangkap pada 10 Juli 2019.

Saat itu polisi menyita 10 kilogram sabu dari tangan EM. “Dari keterangan tersangka EM dia menjemput dan menerima barang bukti sabu di Malaysia bersama dengan JU,” jelasnya.

Berdasarkan informasi intelijen, pada 2 Maret 2020, JU diketahui membeli speed boat di Batam, Kepulauan Riau. Kendaraan tersebut rencananya akan digunakan untuk transaksi narkoba di tengah laut.

“Pada hari Senin, 9 Maret 2020, target memindahkan Kapal Pancing ke Tanjung Pinang dan melakukan cat kapal berwarna hijau. Kapal itu akan digunakan untuk transaksi narkoba di laut,” ungkap Nana.

Sindikat ini rencananya akan mengirim narkoba yang diambil tersebut melalui Bintan, Tanjung Pinang, Belitung hingga Jakarta. “Tim kemudian berkoordinasi dengan Subdit Narkotik Bea Cukai Pusat dan Kanwilsus DJBC Kepulauan Riau untuk melakukan pengejaran menggunakan Speed Boat BC 1288 saat itu,” tambahnya.

Pada Sabtu (21/3), petugas berhasil menangkap ketiga tersangka di Pulau Sumpat, Kepulauan Riau. Dari tangan mereka ditemukan dua galon berisi sabu berisi 26 bungkus seberat 27 kilogram.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka terancam pidana 20 tahun penjara.

COVID-19 Detais Indonesia