Pengembang Ngarep Asing Dapat Izin Beli Properti Mulai Rp 3 M

Pengembang Ngarep Asing Dapat Izin Beli Properti Mulai Rp 3 M

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia -ÂPara pengembang mendesak agar ruang bagi orang asing membeli...

Jakarta, CNBC Indonesia -ÂPara pengembang mendesak agar ruang bagi orang asing membeli properti di dalam negeri bisa dipermudah. Pembahasan Peraturan Pemerintah (PP) yang merupakan turunan dari UU No 11 2020 tentang Cipta Kerja bisa diatur lebih jelas soal kepemilikan properti bagi orang asing di dalam negeri.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) Totok Lusida meminta adanya aturan yang jelas mengenai kepemilikan properti oleh warga negara asing (WNA). Ia melihat aturan yang mengizinkan WNA memiliki properti bakal membawa sentimen positif bagi sektor properti.

"Jumlah orang asing di Indonesia itu tidak akan banyak. Di negara lain juga nggak banyak, tapi membuat sentimen pasar yang bagus. Sama dengan kita main saham, indeks saham pengaruh dari asing karena itu sentimen pasar. Kalau properti itu nggak kemana-mana barangnya, (tetap) di Indonesia. Jadi bukan kita dijajah asing. Belinya cuma apartemen kok dijajah asing, kok jual negara. Nggak lah," kata Totok kepada CNBC Indonesia Kamis (19/11).


Meski mendukung adanya penjualan properti secara kepemilikan ke WNA, namun ia meminta ada batasan harga yang diatur. WNA hanya bisa membeli properti dengan harga di atas batas tertentu.ÂArtinya jika di bawahnya, maka tidak bisa dimiliki oleh WNA.

"Kita juga minta orang asing ini harus dibatasi harganya, minimal Rp 3 miliar. Kalau beli kelas di Indonesia banyak malah bersaing, jadi gaduh kan. Sekarang kalau mau beli harga Rp 190 juta nggak usah jual ke dia, buat apa? Dia nggak bawa uang untuk investasi," sebut Totok.

Di Indonesia memang sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 tahun 2015, tapi orang asing hanya diberi izin dalam bentuk hak pakai atas satuan rumah susun (sarusun).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

COVID-19 Detais Indonesia