Orientasi Pendidikan Harus Antisipasi Percepatan Perubahan Dunia

Orientasi Pendidikan Harus Antisipasi Percepatan Perubahan Dunia

Terbaiknews - – Perubahan orientasi pendidikan mutlak perlu dilakukan untuk bisa menyongsong target...

– Perubahan orientasi pendidikan mutlak perlu dilakukan untuk bisa menyongsong target Indonesia Emas 2045. Apalagi, perubahan dunia yang serba cepat, dan terlebih terdampak pandemi, menuntut penyesuaian di berbagai sektor. Begitu halnya pendidikan di era revolusi industri 4.0 harus diantisipasi Indonesia.

Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Alumni (IKA) UPI Dr (HC). Enggartiasto Lukita dalam konteks hari pendidikan nasional. â&;&;Sekali lagi ditekankan, bahwa dengan perubahan yang terjadi saat ini, kita harus meraba betul bagaimana perubahan pola hidup di seluruh dunia dan meraba apa yang seharusnya kita lakukan dengan perubahan ini, terutama kaitannya dengan dunia pendidikanâ&;&;, kata Enggar di Jakarta, Jumat (8/5).

Enggartiasto, yang juga mantan Menteri Perdagangan ini menyampaikan bahwa di era Revolusi Industri 4.0 ini, sektor pendidikan harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang ada. Apalagi dengan adanya pandemi, banyak hal baru yang harus disesuaikan dengan metode pembelajaran dan tuntutan dalam dunia kerja. Perubahan orientasi dalam pendidikan mutlak harus dilakukan, menurutnya.

Enggar juga menekankan, sebagai anak bangsa, semuanya harus saling bersatu bahu-membahu memajukan negeri ini tanpa harus memandang perbedaan agama, ras, suku dan sikap politik. Dia mengapresiasi terbentuknya Pena Bakti Institute yang digagas Fauzan, salah satu alumni UPI untuk pemberdayaan dan advokasi kebijakan pendidikan. â&;&;Organisasi ini diharapkan bisa mengadvokasi kebijakan pendidikan dengan tepat, dan sesuai kebutuhan,â&;&; kata Fauzan.

Sementara, Ketua Umum ISPI, dan Duta Besar RI untuk Uzebkistan, Prof. Sunaryo Kartadinata, menyebutkan bahwa peran pendidikan saat ini dalam konteks Indonesia Emas adalah menyiapkan manusia Indonesia masa depan yang akan hidup pada era 2045. Untuk menyiapkan manusia Indonesia yang unggul itu, perlu dibangun tujuh kondisi.

Ketujuhnya adalah misi pendidikan, keutuhan mindset pendidikan, strategi kebudayaan, pendidikan kehidupan nyata, karakter dan budaya damai, guru pemikir dan kepemimpinan pedagogis transformatif. â&;&;Jika 7 kondisi tersebut telah kokoh, maka pada tahun 2045 nanti kita akan menjadi bangsa pendidikan, bangsa inovasi dan generasi emas, â&;&; kata mantan Rektor UPI ini yang juga dibeber juga dalam Webinar Pena Bakti bertema â&;&;Pendidikan untuk Indonesia Emas 2045â&;&;.

Di sisi lain, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof. Nizam menjelaskan, arah kebijakan dan strategi pemerintah untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas memang ditujukan untuk membentuk manusia Indonesia nan berkulitas. Pengembangan anak usia dini holistik integrative, afirmasi pendidikan, pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang berkualitas, profesionalisme adalah diantara poin yang dilakukan. Ada juga peningkatan kualitas, pengelolaan dan penempatan guru; pembelajaran keterampilan abad 21; dan percepatan wajib belajar 12 tahun, di dalam rancangan dunia pendidikan nasional kini.

Sedang Prof Muhammad Ali mengutarakan, dengan berbagai perubahan dan tantangan yang ada saat ini, ada tiga kompetensi yang harus dimiliki oleh manusia Indonesia. Kompetensi ini adalah kompetensi kognitif, kompetensi menggunakan teknologi digital, serta kompetensi afektif yaitu memiliki karakter. â&;&;Dan terakhir kompetensi survival yaitu kecakapan belajar sepanjang hayatâ&;&; ungkap Guru Besar UPI ini.

Saksikan video menarik berikut ini: