Nasabah Ngamuk di Sidang Vonis Bentjok & Heru Hidayat

Nasabah Ngamuk di Sidang Vonis Bentjok & Heru Hidayat

Terbaiknews - JakartaCNBCÂIndonesia- Sekitar 20-an orang yang...

Jakarta, CNBCÂIndonesia- Sekitar 20-an orang yang mengatasnamakanÂnasabahÂWanaArtha Life mengamuk seusai sidang vonis terhadap duaÂorang terdakwa HeruÂHidayat dan Benny TjokrosaputroÂterkait skandal korupsi Asuransi Jiwasraya.

Puluhan orang tersebut langsung merangsek maju ke mimbar sesaat sidang ditutup oleh Ketua Majelis Hakim Rosmina, Senin (26/10/2020) malam. Kemarahan mereka dipicu atas putusan yang menyatakan bahwa rekeningÂWanaArtha Life terkait Jiwasraya tetap disita.

"Kiamat keadilan. Tidak Ada keadilan di negeri," teriak salah satu nasabah tersebut.Â


Mereka mengejar para hakim, namun gagal karena para hakim sudah berhasil meninggalkan ruangan terlebih dulu. Panitera yang kemudian jadi sasaran untuk protes mereka.

Sesaat sebelumnya, pemilik dan Direktur Utama PT Hanson Internasional TbkÂBenny TjokrosaputroÂdivonis penjara seumur hidup dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 6,078 triliun. Pada sidang yang sama Komisaris Utama PT Trada Minera Tbk Heru Hidayat juga divonis penjara seumur hidup dan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 10,72 triliun.

"Menyatakan Heru Hidayat terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan melakukan tindak pidana pencucian uang," ujar Ketua Majelis Hakim Rosmina di PN Jakpus, Senin (26/10/2020).

"Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti sebulan setelah putusan, maka harta benda disita jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti," kata Rosmina.

Heru dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, Heru juga dinyatakan bersalah melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

COVID-19 Detais Indonesia