Menag Sebut Kemiskinan Bisa Dicegah dengan Pendidikan yang Baik

Menag Sebut Kemiskinan Bisa Dicegah dengan Pendidikan yang Baik

Terbaiknews - Menteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen SenayanJakartaRabu (18/11/2020). Raker tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan umroh dan pendidikan pondok pesantren saat pandemi CovD-19. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

– Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan bahwa pendidikan merupakan cara terbaik memutus mata rantai kemiskinan dan keterbelakangan. Untuk itu, kualitas layanan pendidikan wajib ditingkatkan karenaberorientasi masa depan.

“Karenanya, layanan pendidikan yang berkualitas merupakan suatu yang mutlak dan harus terus diperjuangkan dan diupayakan,” jelas dia melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11).

“Pendidikan adalah untuk masa depan anak-anak,” tegasnya.

  • Menag Tanggapi Isu Pemotongan Dana BOS Madrasah dan Pondok Pesantren

Tapi, faktanya di lapangan, masih ada sejumlah tantangan penjaminan mutu pendidikan, khususnya di Kemenag. Berdasarkan hasil penelitian Bank Dunia saat ini, pendidikan merupakan salah satu hal yang tidak boleh dinegasikan.

“Fakta bahwa keberadaan madrasah mengalami transformasi yang signifikan dan lompatan prestasi dalam kontribusinya mendukung kemajuan pendidikan nasional di Indonesia,” imbuhnya.

Saat ini Kemenag membina 87 ribu madrasah dan satuan pendidikan keagamaan lainnya, dengan lebih 10 juta siswa. Untuk itu, sesuai dengan komitmen pemerintah dalam menciptakan SDM Indonesia yang unggul, satuan pendidikan harus memberikan yang terbaik.

“Karenanya satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama termasuk sekolah-sekolah Keagamaan Kristen, Khatolik, Budha dan Hindu dituntut memberikan pelayanan terbaik agar siswa memiliki daya saing dan kompetensi abad 21 yang dibutuhkan saat ini,” ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

COVID-19 Detais Indonesia