KPK Eksekusi Eks Legislator PAN ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Eks Legislator PAN ke Lapas Sukamiskin

Terbaiknews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman ke Lapas SukamiskinBandung berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama.)

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan anggota Komisi XI DPR RI fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Eksekusi ini dilakukan setelah perkara suap pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat yang menjerat Sukiman berkekuatan hukum tetap.

“Rabu (3/02/2021) Jaksa Eksekusi KPK Dormian telah melaksanakan eksekusi pidana badan terhadap para terpidana Sukiman dengan cara memasukkannya ke Lapas Sukamiskin,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (5/2).

Mantan legislator PAN itu bakal menjalani masa hukuman enam tahun pidana penjara dikurangi masa tahanan berdasarkan Putusan MA Nomor : 4792 K/Pid.Sus/2020 tanggal 23 Desember 2020. Dalam putusannya, MA memperkuat putusan 6 tahun penjara dan pencabutan hak politik selama 5 tahun terhadap Sukiman yang merupakan mantan anggota Komisi XI dan Banggar DPR.

Selain pidana penjara, Sukiman juga diwajibkan membayar denda senilai Rp 500 juta subsider enam bulan serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 2,65 miliar dan USD 22 ribu.
Uang pengganti itu selambat-lambatnya harus dibayarkan satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Jika dalam jangka waktu tersebut terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut serta dalam hal tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana penjara selama 3 tahun,” ucap Ali.

Sukiman terbukti bersalah telah menerima suap Rp 2,65 miliar dan USD 22 ribu dari mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Natan Pasomba, Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy, serta dua rekanan Dinas PU Pegunungan Arfak bernama Nicolas Tampang Allo dan Sovian Lati Lipu.

Selain Sukiman, KPK juga mengeksekusi mantan Direktur Utama (Dirut) Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro ke Lapas Sukamiskin. Eksekusi ini berdasarkan putusan MA Nomor 431/K.Pid.Sus/2021 tanggal 27 Januari 2021.

Djoko bakal menjalani hukuman lima tahun pidana penjara, dikurangi masa tahanan lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut terkait pengadaan pekerjaan jasa konsultansi di PJT II tahun 2017.

“Terpidana akan menjalani pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan dan kewajiban membayar denda sejumlah Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” pungkas Ali.