Kontroversi Prabowo ke AS Masih Lanjut, Sebut Donald Trump

Kontroversi Prabowo ke AS Masih Lanjut, Sebut Donald Trump

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Keputusan pemerintah PresidenÂAmerika Serikat Donald Trump...

Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan pemerintah PresidenÂAmerika Serikat Donald Trump memberikan visa kepada Menteri Pertahanan Indonesia Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menuai kritikan tajam dari senator asal Vermont, Patrick Leahy. Kritikan itu disampaikan Leahy seperti dikutip dari laman resminya www.leahy.senate.gov pada Jumat (16/10/2020).
Menurut dia, Prabowo terlibat dalam pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM), termasuk penculikan, penyiksaan, dan penghilangan. "Dan menurut hukum kami dia tidak memenuhi syarat untuk masuk ke negara ini," kata Leahy.



Dengan memberi visa, dia menilai Presiden Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah menunjukkan kalau 'law and order' adalah slogan kosong yang mengabaikan keadilan.
"Departemen Luar Negeri harus menerapkan hukum dan menolak visanya, dan Pentagon harus menegaskan kembali komitmennya terhadap aturan hukum," ujar Leahy.
Kritikan juga disampaikan Amnesty International dan pegiat hak asasi manusia (HAM) lainnya. Mereka mengecam keputusan Departemen Luar Negeri AS yang telah memberikan visa kepada Prabowo.

"Keputusan Departemen Luar Negeri baru-baru ini untuk mencabut larangan terhadap Prabowo Subianto adalah pembalikan yang tiba-tiba dan total dari kebijakan luar negeri AS yang telah lama ada," ujar Direktur Advokasi dan Hubungan Pemerintah Amnesty International AS Joanne Lin seperti dikutip Reuters.
Seperti diketahui, Prabowo telah tiba di AS. Kunjungan kerja di Negeri Paman Sam berlangsung hingga 19 Oktober. Kunjungan Prabowo ke AS bertujuan memenuhi undangan Menhan AS Mark Esper. Kedua pihak akan membicarakan kerja sama bidang pertahanan antara Indonesia dan AS.


Tidak seperti kunjungan kerja ke sejumlah negara, kunjungan Prabowo kali ini menjadi sorotan banyak pihak. Maklum, sudah 20 tahun Ketua Umum Partai Gerindra itu dilarang masuk AS.
Seorang pejabat senior pertahanan AS membela keputusan Esper mengundang Prabowo. "Menteri Prabowo adalah menteri pertahanan yang ditunjuk dari presiden Indonesia yang telah dua kali terpilih, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia," ujar pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim tersebut.
"Dia adalah partner kita, dari kemitraan yang sangat penting, dan penting bagi kita untuk memperlakukannya sebagai mitra," lanjutnya.
Salah satu isu yang akan dibahas dalam pertemuan adalah alat utama sistem persenjataan (alutsista). Reuters menulis AS akan mengingatkan lagi agar Indonesia tidak membeli jet tempur dari Rusia, dalam hal ini Sukhoi Su-35. Sebab, Indonesia bisa dijatuhi sanksi yang tertuang dalam US Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).
Salah satu wish list Prabowo adalah rencana membeli jet tempur F-35. Kendati demikian, sumber Reuters yang berbicara dalam kondisi anonim, tidak terlalu optimistik.
"Sejujurnya, kami tidak banyak berharap," kata salah satu pejabat pemerintah tersebut.


(miq/sef)

COVID-19 Detais Indonesia