"Kita Syukurikah Peningkatan Kasus Covid-19 Ini?"

Terbaiknews - KOMPAS.com - Pakar epidemiologi Universitas Airlangga Windu Purnomo mengkritisi pernyataan Presiden...

KOMPAS.com - Pakar epidemiologi Universitas Airlangga Windu Purnomo mengkritisi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut bahwa Indonesia beruntung tidak sampai menerapkan lockdown atau penguncian karena pandemi virus corona.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada acara penyaluran Bantuan Modal Kerja (BKM) di Istana Bogor, Jumat (8/1/2021).

"Dan kita ini kalau saya lihat masih alhamdulillah beruntung tidak sampai lockdown," kata Presieden.

Menurut dia, tak seperti negara-negara yang memberlakukanlockdown,masyarakat Indonesia masihmemiliki kebebasan untuk berkegiatan, meski dengan protokol ketat.

Windu berpandangan, ada kesalahan logika dalam pernyataan itu.

Ia menyebut bersyukur semestinya dilakukan untuk sesuatu yang kita dapatkan karena faktor eksternal, bukan atas apa yang kita putuskan sendiri.

"Kalau saya yang memutuskan itu tidak ada soal syukur. Saya memutuskan untuk memilih sebagai dokter, itu tidak bersyukur. Bersyukurnya itu ketika hasil dari pilihannya keluar. Saya memutuskan menjadi dokter, dari hasil keputusan itu saya menjadi kaya misalnya, saya bersyukur atas kekayaan itu," ujar Windu, saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/1/2021).

Melalui perumpamaan ini, Windu menilai, syukur yang disampaikan Presiden atas keputusannya tidak mengambil kebijakan lockdown adalah sebuah kesalahan logika.

"Itu secara bahasa tidak cocok, logical fallacy," kata dia.

Kecuali, keputusan itu menghasilkan hal-hal yang menguntungkan bagi semua pihak. Misalnya, angka kasus menurun, pandemi terkendali, dan perekonomian membaik.

COVID-19 Detais Indonesia